Pengertian Komitmen Organisasi (skripsi dan tesis)

Menurut Sopiah (2016:157), “merumuskan suatu definisi mengenai
komitmen dalam berorganisasi sebagai suatu konstruk psikologis yang merupakan
karakteristik hubungan anggota organisasi dengan organisasinya, dan memiliki
implikasi terhadap keputusan individu untuk melanjutkan keanggotaannya dalam
berorganisasi”. “Komitmen organisasi adalah identifikasi dan ikatan seseorang
pada sebuah organisasi (Moorhead, 2013:73)”. “Konsep lain komitmen organisasi
adalah perasaan keterkaitan atau keterikatan psikologis dan fisik pegawai terhadap
organisasi tempatnya bekerja atau organisasi di mana dirinya menjadi anggotanya
(Wirawan, 2013:713)”. Menurut Kreitner (2014:165) komitmen organisasi adalah
“tingkatan di mana seseorang mengenal perusahaan dan tujuan-tujuannya.
Komitmen organisasi merupakan sikap kerja yang penting karena orang-orang
yang memiliki komitmen diharapkan menunjukkan kesediaan untuk bekerja lebih
keras demi mencapai tujuan organisasi dan memiliki hasrat yang lebih besar untuk
tetap bekerja di suatu perusahaan”.
Seseorang yang sangat berkomitmen mungkin akan melihat dirinya
sebagai anggota sejati dari sebuah perusahaan, merujuk pada organisasi dalam hal
pribadi, mengabaikan sumber ketidakpuasan kecil, dan melihat dirinya tetap
sebagai anggota organisasi. “Sebaliknya, seseorang yang kurang berkomitmen
lebih berkemungkinan melihat dirinya sendiri sebagai orang luar,
mengekspresikan lebih banyak ketidakpuasan mengenai banyak hal, dan tidak
melihat dirinya sebagai anggota jangka panjang dari organisasi (Moorhead,
2013:73)”. “Organisasi dapat melakukan beberapa hal definitif untuk
meningkatkan komitmen, tetapi tersedia beberapa panduan spesifik. Untuk satu
hal, jika organisasi memperlakukan karyawannya dengan adil dan memberikan
penghargaan yang masuk akal serta keamanan kerja, karyawannya lebih
berkemungkinan untuk merasa puas dan melakukan berbagai hal juga dapat
meningkatkan sikap-sikap ini (Moordhead, 2013;73)”.
Keterkaitan psikologis artinya pegawai merasa senang dan bangga bekerja
untuk menjadi anggota organisasi. Keterkaitan atau keterikatan tersebut
mempunyai tiga bentuk norma, nilai-nilai dan peraturan organisasi,
mengidentifikasi dirinya dengan organisasi dan internalisasi norma, nilai-nilai dan
peraturan organisasi. “Para anggota organisasi yang mempunyai komitmen akan
mematuhi peraturan, kode etik dan standar kerja organisasi. Mereka akan
mengidentifikasi dirinya dengan organisasi, dan menyatakan dengan sadar bahwa
mereka merupakan bagian dari organisasi internalisasi artinya mempelajari,
memahami dan menyerap norma dan nilai-nilai organisasi ke dalam diri sebagai
norma dan nilai-nilai mereka (Wirawan, 2013:713)”.
Para anggota organisasi yang mempunyai komitmen terhadap
organisasinya juga harus mempunyai keterkaitan secara fisik terhadap
organisasinya. Mereka akan berbeda di tempat kerja pada setiap jam kerja dan
ketika dibutuhkan oleh organisasi. “Mereka akan melaksanakan tugasnya sesuai
dengan uraian tugas, standar kerja dan target kerja yang ditetapkan oleh
organisasi. Mereka akan memakai pakaian dinas, drees code dan lambanglambang organisasi (Wirawan, 2013:713)”. “Komitmen organisasi dapat
dipergunakan untuk memprediksi variabel-variabel yang berhubungan dengan
organisasi, seperti turn over (pindah kerja), perilaku kewargaan organisasi,
kepuasan kerja dan kinerja (Wirawan, 2013:714)”.