Indikator Kepuasan Kerja (skripsi dan tesis)

Indikator – indikator yang menentukan kepuasan kerja menurut Robbins
(2015: 181 – 182) yaitu :
A. Pekerjaan yang secara mental menantang
Karyawan cenderung lebih menyukai pekerjaan yang memberi
mereka untuk menggunakan keterampilan dan kemampuan mereka dan
menawarkan berbagai tugas kebebasan, dan umpan balik. Pekerjaan yang
terlalu kurang menantang akan menciptakan kebosanan, tetapi pekerjaan
yang terlalu banyak menantang akan menciptakan frustasi dan perasaan
gagal. Pada kondisi tantangan yang sedang, kebanyakan karyawan akan
mengalami kesenangan dan kepuasan.
B. Kondisi kerja yang mendukung
Karyawan peduli akan lingkungan yang baik untuk kenyamanan
pribadi maupun untuk mempermudah mengerjakan tugas yang baik. Studi
– studi membuktikan bahwa karyawan lebih menyukai keadaan sekitar
yang aman, tidak berbahaya dan tidak merepotkan. Di samping itu,
kebanyakan karyawan lebih menyukai bekerja dekat dengan rumah, dalam
fasilitas yang bersih dan relatif modern, dan dengan alat – alat yang
memadai.
C. Gaji atau upah yang pantas
Para karyawan menginginkan sistem upah dan kebijakan promosi
yang mereka dipersepsikan sebagai adil dan segaris dengan pengharapan
mereka. Bila upah dilihat sebagai adil yang didasarkan pada tuntutan
pekerjaan, tingkat keterampilan individu, dan standar pengupahan
komunitas, kemungkinan besar akan dihasilkan kepuasan. Promosi
memberikan kesempatan untuk pertumbuhan pribadi, tanggung jawab
yang lebih banyak, dan status sosial yang ditingkatkan. Oleh karena itu,
individu – individu yang mempersepsikan bahwa keputusan promosi
dibuat secara adil, kemungkinan besar karyawan akan mengalami
kepuasan dalam pekerjaannya.
D. Kesesuaian kepribadian dengan pekerjaan
Teori “kesesuaian kepribadian – pekerjaan” Holland
menyimpulkan bahwa kecocokan yang tinggi antara kepribadian seorang
karyawan dan okupasi akan menghasilkan seorang individu yang lebih
terpuaskan. Orang – orang dengan tipe kepribadian yang sama dengan
pekerjaannya memiliki kemungkinan yang besar untuk berhasil dalam
pekerjaannya, sehingga mereka juga akan mendapatkan kepuasaan yang
tinggi.
E. Rekan sekerja yang mendukung
Bagi kebanyakan karyawan, bekerja juga mengisi kebutuhan akan
interaksi sosial. Oleh karena itu, tidaklah mengejutkan apabila mempunyai
rekan sekerja yang ramah dan mendukung akan mengarah ke kepuasan
kerja yang meningkat. Perilaku atasan juga merupakan determinan utama
dari kepuasaan.