Faktor-faktor yang Mempengaruhi Lingkungan Kerja (skripsi dan tesis)

Menurut Cokroaminoto (2012: 54) ada beberapa faktor yang dapat
mempengaruhi kondisi lingkungan kerja dikaitkan dengan kemampuan
karyawannya, diantaranya :
A. Penerangan / cahaya ditempat kerja
Cahaya atau penerangan sangat besar manfaatnya bagi karyawan
guna mendapat keselamatan dan kelancaran kerja. Oleh sebab itu perlu
diperhatikan adanya penerangan (cahaya) yang terang tetapi tidak
menyilaukan. Cahaya yang kurang jelas, sehingga pekerjaan akan lambat,
banyak mengalami kesalahan, dan pada akhirnya menyebabkan kurang
efisien dalam melaksanakan pekerjaan, sehingga tujuan organisasi sulit
dicapai.
B. Temperatur / suhu udara di tempat kerja
Dalam keadaan normal, tiap anggota tubuh manusia mempunyai
temperatur berbeda. Tubuh manusia selalu berusaha untuk
mempertahankan keadaaan normal dengan suatu sistem tubuh yang
sempurna, sehingga dapat menyesuaikan diri dengan perubahan yang
terjadi diluar tubuh, tingkat temperatur memberikan pengaruh yang
berbeda. Keadaan tersebut tidak mutlak berlaku bai setiap karyawan,
karena kemampuan beradaptasi tiap karyawan berbeda tergantung di
daerah bagaimana karyawan dapat hidup.
C. Kelembaban ditempat kerja
Kelembaban berhubungan atau dipengaruhi oleh temperatur udara,
dan secara bersama-sama antara temperature, kelembaban, kecepatan
udara, bergerak dan radiasi. Suatu keadaan dengan temperatur udara
sangat panas dan kelembaban tinggi menimbulkan pengurungan panas dari
tubuh secara besar-besaran karena system penguapan.
D. Sirkulasi udara ditempat kerja
Oksigen merupakan gas yang dibutuhkan oleh makhluk hidup
dengan menjaga kelangsungan hidup, yaitu untuk proses metabolisme.
Sumber utama adanya udara segar adalah adanya tanaman di sekitar
tempat kerja. Dengan cukupnya oksigen di sekitar tempat kerja ditambah
dengan pengaruh secara psikologis akibat adanya tanaman di sekitar
tempat kerja akan memberikan kesejukan dan kesegaran dalam jasmani.
Rasa sejuk dan segar selama bekerja akan membantu mempercepat
pemulihan tubuh akibat lelah bekerja.
E. Kebisingan ditempat kerja
Kebisingan dalam jangka waktu lama akan mengganggu
ketenangan bekerja, merusak pendengaran, dan menimbulkan kesalahan
komunikasi. Karena pekerjaan membutuhkan konsentrasi, maka suara
bising hendaknya dihindarkan agar pelaksanaan pekerjaan dapat dilakukan
efisien sehingga produktivitas kerja meningkat.
F. Getaran mekanis di tempat kerja
Getaran mekanis pada umumnya sangat mengganggu tubuh karena
ketidak teraturannya, baik tidak teratur dalam intensitas maupun
frekuensinya gangguan terbesar terdapat pada suatu alat dalam tubuh
terdapat apabila frekuensi alamnya ini beresonansi dengan frekuensi dari
getaran mekanis.
G. Bau tidak sedap di tempat kerja
Adanya bau – bauan disekitar tempat kerja dapat mengganggu
konsentrasi bekerja, dan bau – bauan yang terus – menerus dapat
mempengaruhi kepekaan penciuman. Pemakaian “air conditioner” yang
tepat merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk
menghilangkan bau –bauan yang menggangu di sekitar tempat kerja.
H. Tata warna ditempat kerja
Pada kenyataan tata warna tidak dapat dipisahkan dengan penataan
dekorasi. Hal ini dapat dimaklumi karena warna mempunyai pengaruh
besar terhadap perasaan. Sifat dan pengaruh warna kadang – kadang
menimbulkan rasa tenang, sedih, dan lain – lain, karena dalam sifat warna
dapat merangsang perasaan manusia.
I. Dekorasi ditempat kerja
Dekorasi ada hubungannya dengan tata warna yang baik, oleh
karena itu dekorasi tidak hanya berkaitan dengan hasil ruang kerja saja
tetapi berkaitan juga dengan cara mengatur tata letak, tata warna,
perlengkapan, dan lainnya untuk bekerja.
J. Musik ditempat kerja
Menurut para akar, musik yang nadanya lembut sesuai dengan
suasana, waktu dan tempat dapat membangkitkan dan merangsang
karyawan untuk bekerja.
K. Keamanan ditempat kerja
Salah satu upaya untuk menjaga keamana