Indikator Pengukuran Motivasi Kerja (skripsi dan tesis)

Indikator pengukuran motivasi kerja menurut Sedarmayanti (2007:67)
adalah sebagai berikut:
1) Supervisi
Supervisi yang efektif akan membantu peningkatan produktivitas pekerja
melalui penyelenggaraan kerja yang baik, juga pemberian petunjuk-
petunjuk yang nyata sesuai standar kerja, dan perlengkapan pembekalan
yang memadai serta dukungan-dukungan lainnya.
2) Kebijakan dan Adminitrasi
Keterpaduan antara pimpinan dan bawahan sebagai suatu keutuhan atau
totalitas sistem merupakan faktor yang sangat penting untuk menjamin
keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Melalui pendekatan manajemen partisipatif, bawahan tidak lagi dipandang
sebagai objek, melainkan sebagai subjek.
3) Hubungan kerja
Untuk dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik, haruslah didukung oleh
suasana kerja atau hubungan kerja yang harmonis yaitu terciptanya
hubungan yang akrab, penuh kekeluargaan dan saling mendukung baik
hubungan antara sesama pegawai atau antara pegawai dengan atasan.
4) Kondisi kerja
Kondisi kerja yang nyaman, aman dan tenang serta didukung oleh peralatan
yang memadai tentu akan membuat pegawai betah untuk bekerja. Dengan
kondisi kerja yang nyaman, pegawai akan merasa aman dan produktif dalam
bekerja sehari-hari.
5) Semangat kerja
Semangat kerja sendiri merupakan faktor motivasi bagi pegawai untuk
berforma tinggi. Pekerjaan atau tugas yang memberikan perasaan telah
mencapai sesuatu, tugas itu cukup menarik, tugas yang memberikan
tantangan bagi pegawai, merupakan faktor motivasi, karena keberadaannya
sangat menentukan bagi motivasi untuk hasil performace yang tinggi.
6) Peluang untuk maju
Peluang untuk maju (advance) merupakan pengembangan potensi diri
seorang pegawai dalam melakukan pekerjaan. Setiap pegawai tentunya
menghendaki adanya kemajuan atau perubahan dalam pekerjaannya yang 44
tidak hanya dalam hal jenis pekerjaan yang berbeda atau bervariasi, tetapi
juga posisi yang lebih baik.
7) Pengakuan atau penghargaan (recognition).
Setiap manusia mempunyai kebutuhan terhadap rasa ingin dihargai.
Pengakuan terhadap prestasi merupakan alat motivasi yang cukup ampuh,
bahkan bisa melebihi kepuasan yang bersumber dari pemberian kompensasi.
Pengakuan merupakan kepuasan yang diperoleh seseorang dari pekerjaan itu
sendiri atau dari lingkungan psikologis dan/atau fisik di mana orang tersebut
bekerja, yang masuk dalam kompensasi nonfinansial.
8) Keberhasilan (achievement)
Setiap Pegawai tentu menginginkan keberhasilan dalam setiap
kegiatan/tugas yang dilaksanakan. Pencapaian prestasi atau keberhasilan
(achievement) dalam melakukan suatu pekerjaan akan menggerakkan yang
bersangkutan untuk melakukan tugas-tugas berikutnya.
9) Tanggung jawab
Tanggung jawab merupakan kewajiban seseorang untuk melaksanakan
fungsi-fungsi yang ditugaskan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan
pengarahan yang diterima. Setiap orang yang bekerja pada suatu
perusahaan/organisasi ingin dipercaya memegang tanggung jawab yang
lebih besar dari sekedar apa yang telah diperolehnya