Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kemampuan regulasi emosi
seseorang, yaitu:
a. Usia
Penelitian menujukkan bahwa bertambahnya usia seseorang dihubungkan
dengan adanya peningkatan kemampuan regulasi emosi, dimana semakin tinggi usia
seseorang semakin baik kemampuan regulasi emosinya. Sehingga dengan
bertambahnya usia seseorang menyebabkan ekspresi emosi semakin terkontrol,
Maider (dalam Coon, 2005; dalam Ikhwanisifa, 2008).
b. Jenis Kelamin
Penelitian menemukan bahwa laki-laki den perempuan berbeda dalam
mengekspresikan emosi baik verbal maupun ekspresi wajah sesuai dengan
gendernya. Perbedaan gender dalam pengekspresian emosi dihubungkan dengan
perbedaan dalam tujuan laki-laki dan perempuan mengontrol emosinya. Perempuan
lebih mengekspresikan emosi untuk menjaga hubungan interpersonal serta membuat
mereka tampak lemah dan tidak berdaya. Sedangkan laki-laki lebih mengekspresikan
marah dan bangga untuk mempertahankan dan menunjukkan dominasi. Sehingga
dapat disimpulkan bahwa wanita lebih dapat melakukan regulasi terhadap emosi
marah dan bangga, sedangkan laki-laki pada emosi takut, sedih dan cemas, Fischer
(dalam Coon, 2005; dalam Ikhwanisifa, 2008).
c. Religiusitas
Seseorang yang tinggi tingkat religiusitasnya akan berusaha untuk
menampilkan emosi yang tidak berlebihan bila dibandingkan dengan orang yang
tingkat religiusitasnya rendah, Krause (dalam Coon, 2005; dalam Ikhwanisifa, 2008).
d. Kepribadian
Orang yang memiliki kepribadian neuroticism dengan ciri-ciri sensitif, moody, suka gelisah, sering merasa cemas, panik, harga diri rendah, kurang dapat mengontrol
diri dan tidak memiliki kemampuan coping yang efektif terhadap stress akan
menunjukkan tingkat regulasi emosi yang rendah, Cohen & Armeli (dalam Coon,
2005; dalam Ikhwanisifa).
e. Pola Asuh
Beberapa cara orang tua mensosialisasikan emosi kepada anaknya diantaranya
melalui: pendekatan tidak langsung dalam interaksi keluarga (antara anak dengan
orang tua), teknik teaching dan coaching, dan mencocokkan kesempatan dalam
lingkungan.
f. Budaya
Regulasi emosi dapat mempengaruhi cara seseorang berespon dalam
berinteraksi dengan orang lain dan dalam cara ia meregulasi emosi dari apa yang
dianggap sesuai atau culturally permissible, Lazarus (1991 dalam Ikhwanisifa, 2008).
g. Individual Dispositional
Karakteristik kepribadian seperti trait kepribadian yang dimiliki seseorang,
dapat mempengaruhi cara seseorang meregulasi emosinya, Brenner & Salovey (1997
dalam Ikhwanisifa, 2008).
