Pengertian subjective well being (skripsi dan tesis)

Menurut Diener, Lucas, dan Oishi (2002) subjective well being
adalah kepuasan hidup yang mengacu pada penilaian pribadi seseorang atas
kesejahteraan dan kualitas hidup berdasarkan kriteria yang dipilihnya
sendiri. Sedangkan Diener (2009) definisi Subjective Well Being dapat
dibuat menjadi tiga kategori. Pertama, Subjective Well Being bukanlah
sebuah pernyataan subjektif tetapi merupakan beberapa keinginan
berkualitas yang ingin dimiliki seseorang. Kedua, Subjective Well Being
merupakan sebuah penilaian secara menyeluruh dari kehidupan seseorang
yang menunjuk pada berbagai macam kriteria. Ketiga, Subjective WellBeing jika digunakan dalam percakapan sehari – hari yaitu dimana perasaan
positif lebih besar dari pada perasaan negatif
Menurut Pavot dan Diener (Linley dan Joseph, 2004) Subjective
Well Being mewakili penilaian seseorang terhadap diri sendiri, dan penilaian
tersebut dapat berdasarkan kepada respon kognitif (teori) dan emosional.
Penilaian tersebut adalah informasi pokok dalam menentukan kualitas hidup
dan kepuasan seseorang secara keseluruhan, tetapi tidak cukup untuk
menyebabkan kualitas hidup yang baik jika elemen dasar dari martabat dan
kebebasan manusia tidak ada. Subjective Well Being merupakan gabungan
antara kepuasan hidup dengan afek positif yang dikurangi afek negatif
(Linley & Joseph, 2004).
Selanjutnya Diener et all (2009) berpendapat subjective well being
adalah evaluasi kognitif dan afektif individu terhadap hidupnya yang mana
evaluasi ini termasuk reaksi emosional terhadap peristiwa serta penilaian
kognitif terhadap kepuasan dan pemenuhan kehidupan. Dengan demikian,
subjective well being merupakan suatu konsep umum yang mencakup
mengalami emosi yang menyenangkan, rendahnya tingkat suasana hati yang
negatif dan kepuasan hidup yang tinggi. Sependapat dengan itu, Ariati
(2010) Subjective Well Being (kesejahteraan subjektif) adalah persepsi
seseorang terhadap pengalaman hidupnya, yang terdiri dari evaluasi kognitif
dan afeksi terhadap hidup dan merepresentasikan dalam kesejahteraan
psikologis.
Halim (2015) Subjective Well Being adalah evaluasi subyektif
seseorang mengenai kehidupannya, yang mencakup kepuasan hidup dan
emosi positif yang ditandai dengan adanya optimisme, keceriaan atau
kebahagiaan, dan aktif. Veenhouven (Diener, 2009) menjelaskan bahwa
Subjective Well Being merupakan tingkat di mana seseorang menilai
kualitas kehidupannya sebagai sesuatu yang diharapkan dan merasakan
emosi-emosi yang menyenangkan.
Berdasarkan pemaparan di atas maka peneliti mengacu pada
pengertian Subjective Well Being menurut Diener (2009) definisi Subjective
Well Being dapat dibuat menjadi tiga kategori. Pertama, Subjective Well
Being bukanlah sebuah pernyataan subjektif tetapi merupakan beberapa
keinginan berkualitas yang ingin dimiliki seseorang. Kedua, Subjective Well
Being merupakan sebuah penilaian secara menyeluruh dari kehidupan
seseorang yang menunjuk pada berbagai macam kriteria. Ketiga, Subjective
Well Being jika digunakan dalam percakapan sehari – hari yaitu dimana
perasaan positif lebih besar dari pada perasaan negatif