Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Subjective Well Being(skripsi dan tesis)

Faktor-faktor yang mempengaruhi Subjective Well Being menurut
Ariatri (2010), yaitu:
a. Harga diri
Campbell (Compton,2000) menyatakan bahwa harga diri
merupakan prediktor yang menentukan kesejahteraan subjektif. Harga
diri yang tinggi akan menyebabkan seseorang memiliki kontrol yang
baik terhadap rasa marah, mempunyai hubungan yang intim dan baik
dengan orang lain, serta kapasitas produktif dalam pekerjaan. Hal ini
akan menolong individu untuk mengembangkan kemampuan
hubungan interpersonal yang baik dan menciptakan kepribadian yang
sehat
b. Kontrol Diri
Kontrol diri diartikan sebagai keyakinan individu bahwa ia
akan mampu berperilaku dalam cara yang tepat ketika menghadapi
suatu peristiwa. Kontrol diri ini akan mengaktifkan proses emosi,
motivasi, perilaku dan aktifitas fisik. Dengan kata lain, kontrol diri
akan melibatkan proses pengambilan keputusan, mampu mengerti,
memahami serta mengatasi konsekuensi dari keputusan yang telah
diambil serta mencari pemaknaan atas peristiwa tersebut.
c. Kepribadian
Ekstraversi Individu dengan kepribadian ekstrovert akan
tertarik pada hal-hal yang terjadi di luar dirinya, seperti lingkungan
fisik dan sosialnya. Penelitian Diener dkk. (1999) mendapatkan bahwa
kepribadian ekstrovert secara signifikan akan memprediksi terjadinya
kesejahteraan individual. Orang-orang dengan kepribadian ekstrovert
biasanya memiliki teman dan relasi sosial yang lebih banyak,
merekapun memiliki sensitivitas yang lebih besar mengenai
penghargaan positif pada orang lain (Compton, 2005)
d. Sifat Optimis
Secara umum, orang yang optimis mengenai masa depan
merasa lebih bahagia dan puas dengan kehidupannya. Individu yang
mengevaluasi dirinya dalam cara yang positif, akan memiliki kontrol
yang baik terhadap hidupnya, sehingga memiiki impian dan harapan
yang positif tentnag masa depan. Scheneider (dalam Campton, 2005)
menyatakan bahwa kesejahteraan psikologis akan tercipta bila sikap
optimis yang dimiliki oleh individu bersifat realistis
e. Relasi Sosial
Relasi sosial yang positif akan tercipta bila adanya dukungan
sosial dan keintiman emosional. Hubungan yang didalamnya ada
dukungan dan keintiman akan membuat individu mampu
mengembangkan harga diri, meminimalkan masalah-masalah
psikologis, kemampuan pemecahan masalah yang adaptif, dan
membuat individu menjadi sehat secara fisik
f. Arti dan tujuan hidup
Memiliki arti dan tujuan dalam hidup Dalam beberapa kajian,
arti dan tujuan hidup sering dikaitkan dengan konsep religiusitas.
Penelitian melaporkan bahwa individu yang memiliki kepercayaan
religi yang besar, memiliki kesejahteraan psikologis yang besar
Menurut Maslihah (2017) menjelaskan faktor yang mempengaruhi
kesejahteraan subjektif antara lain
a. Faktor Internal
Faktor internal mengacu pada dalam diri individu yang terdiri
dari resiliensi, spiritualitas dan penyesuaian diri
1) Resiliensi
Mengacu pada ketahanan yang dimiliki individu dalam
menghadapi segala tekanan dan hambatan dalam
kehidupannya
2) Spiritualitas
Mengacu pada tingkat keyakinan individu pada setiap
proses yang dijalaninya dalam kehidupannya
3) Penyesuaian Diri
Mengacu pada kemampuan yang dimiliki individu
untuk menjalin hubungan baik dengan lingkungannya,
mengatasai segala hambatan dan persoalan, serta
menyeimbangkan baik dalam diri nya sendiri maupun
dengan sosialnya.
b. Faktor Eksternal
Faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari luar
dirinya sendiri, dimana terdiri dari dukungan sosial.
Dukungan sosial mengacu pada adanya dukungan dari
keluarga, teman, atau orang terdekatnya baik dalam
dukungan secara materiil atau dukungan secara moral.
Berdasarkan paparan diatas maka disimpulkan
faktor-faktor yang mempengaruhi subjective well being
menurut menurut Maslihah (2017) menjelaskan faktor yang
mempengaruhi kesejahteraan subjektif antara lain faktor
internal (resiliensi, spiritualitas dan penyesuaian diri) dan
eksternal (dukungan sosial).