Menurut Robbin (1996) ada lima besar dimensi Kepribadian yaitu :
1. Extraversion (dimensi yang menunjukkan tingkat kenangan seseorang
dan hubungannya dengan orang lain).
2. Agreeableness (dimensi yang merujuk kepada kecenderungan
seseorang untuk tunduk kepada orang lain).
3. Conscientiousness (Dimensi yang menunjuk kepada seberapa besar
tujuan yang menjadi pusat perhatiannya).
4. Emotional Stability (Dimensi yang menampung kemampuan seseorang
untuk mengontrol kondisi emosi seperti distress).
5. Openness to Experience (Dimensi ini mengamati tingkat ketertarikan
seseorang terhadap suatu hal).
Sementara, dimensi Big Five menurut Costa & McCrae (dalam Pervin &
John, 2001) meliputi :
1) Neuroticism
Trait ini menilai kestabilan dan ketidakstabilan emosi. Mengidentifikasi
kecenderungan individu apakah mudah mengalami stres, mempunyai ideide yang tidak realistis, mempunyai coping response yang maladaptif
(Costa et al dalam Pervin et al 2001). Dimensi ini menampung
kemampuan seseorang untuk menahan stres. Orang dengan kemantapan
emosional positif cenderung berciri tenang, bergairah dan aman.
Sementara mereka yang skornya negatif tinggi cenderung tertekan, gelisah
dan tidak aman (Robbins, 2001).
2) Extraversion
Menilai kuantitas dan intensitas interaksi interpersonal, tingkat
aktivitasnya, kebutuhan untuk didukung, kemampuan untuk berbahagia
(Costa et al dalam Pervin et al 2001). Dimensi ini menunjukkan tingkat
cenderung ramah dan terbuka serta menghabiskan banyak waktu untuk
mempertahankan dan menikmati sejumlah besar hubungan. Sementara
kaum introvert cenderung tidak sepenuhnya terbuka dan memiliki
hubungan yang lebih sedikit dan tidak seperti kebanyakan orang lain,
mereka lebih senang dengan kesendirian (Robbins, 2001)
3) Openness to Experience
Menilai usahanya secara proaktif dan penghargaannya terhadap
pengalaman demi kepentingannya sendiri. Menilai bagaimana ia menggali
sesuatu yang baru dan tidak biasa (Costa et al dalam Pervin et al 2001).
4) Agreeableness
Menilai kualitas orientasi individu dengan kontinum nulai dari lemah
lembut sampai antagonis didalam berpikir, perasaan dan perilaku (Costa et
al dalam Pervin et al 2001). Dimensi ini merujuk kepada kecenderungan
seseorang untuk tunduk kepada orang lain. Orang yang menilai rendah
kemampuan untuk bersepakat memusatkan perhatian lebih pada
kebutuhan mereka sendiri ketimbang kebutuhan orang lain (Robbins,
2001)
5) Conscientiousness
Menilai apakah individu tersebut tergantung, malas dan tidak rapi
(Costa et al dalam Pervin et al kk, 2001). Dimensi ini merujuk pada
jumlah tujuan yang menjadi pusat perhatian seseorang. Orang yang
skornya rendah akan cenderung menjadi lebih kacau pikirannya, mengejar
banyak tujuan, dan lebih hedonistik (Robbins, 2001).
Komponen dari big five personality tersebut menurut NEO PI-R yang
dikembangkan Costa & McCrae (Pervin & John, 2001) adalah:
a. Neuroticism
Kecemasan (Anxiety), Kemarahan (Anger), Depresi (Depression),
Kesadaran diri (Self-consciousness), Kurangnya kontrol diri
(Immoderation) dan Kerapuhan (Vulnerability)
b. Extraversion
Minat berteman (Friendliness), Minat berkelompok (Gregariousness),
Kemampuan asertif (Assertiveness), Tingkat aktivitas (Activity-level),
Mencari kesenangan (Excaitement-seeking), Kebahagiaan
(Cheerfulness)
c. Openness to Experience
Kemampuan imajinasi (Imagination), Minat terhadap seni (Artistic
interest), Emosionalitas (Emotionality), Minat berpetualangan
(Adventurousness), Intelektualitas (Intellect), Kebebasan (Liberalism)
d. Agreeableness
Kepercayaan (Trust), Moralitas (Morality), Berperilaku menolong
(Altruism), Kemampuan bekerjasama (Cooperation), Kerendahan hati
(Modesty), Simpatik (Sympathy)
e. Conscientiousness
Kecukupan diri (Self efficacy), keteraturan (Orderliness), rasa
tanggungjawab (Dutifulness).
