Dalam kehidupan manusia motivasi kerja mempunyai peranan yang
sangat penting dalam suatu proses kerja, karena setiap manusia memiliki motivasi
dan tujuan yang berbeda-beda antara individu yang lain dalam bekerja. Motivasi
kerja timbul didalam diri individu tergantung pada kebutuhan yang ingin
dipuaskan, maka mendorong individu tersebut untuk melakukan beraneka ragam
aktivitas. Dapat dikatakan bahwa motivasi kerja adalah sesuatu yang
menimbulkan semangat kerja atau dorongan kerja sesorang ( Anorogo dan
Widiyanti, 1992)
Jones (1995), berpendapat bahwa motivasi berhubungan erat dengan
bagaimana perilaku itu dimulai, dikuatkan, disokong, diarahkan, dihentikan dan
reaksi subjektif seperti apakah yang timbul dalam organisasi ketika semua ini
berlangsung. Sedangkan menurut Kartini (1990), motivasi diartikan sebagai
dorongan adanya rangsangan untuk melakukan tindakan.dengan demikian
keberhasilan mendorong bawahan mencapai produktivitas kerja melalui
pemahaman motivasi yang ada pada diri pekerja sosial dan pemahaman motivasi
yang ada diluar diri pekerja sosial, akan sangat membantu mencapai produktivitas
kerja secara optimal.
Pendapat lain dikemukakan oleh Terry yang menjelaskan bahwa,
motivasi adalah keinginan yang tercapai pada diri seseorang/individu yang
merangsangnya untuk melakukan tindakan-tindakan. Hasibuan (1989), pengertian
motivasi yang dikemukakan Terry tersebut lebih bersifat intristik, karena faktor
pendorong itu munculnya dari dalam diri seseorang yang merangsangnya untuk
melakukan tindakan.Faktor pendorong itu bisa berupa kebutuhan, keinginan,
hasrat yang ada pada diri manusia.
Sedangkan Sondang (1979), memberikan pengertian motivasi
sebagaikeseluruhan proses pemberian motif bekerja pada bawahan sedemikian
rupa, sehingga mereka mau bekerja dengan ikhlas demi tercapainya tujuan.
Pengertian yang diberikan Siagian lebih bersifat ekstrinsik karena dorongan yang
muncul pada diri seseorang itu dirangsang oleh faktor luar, bukan murni dari
dalam diri. Pendapat yang sama dikemukakan pula oleh Malau, yaitu motivasi
adalah pemberian daya perangsang atau kegairahan kerja pada pegawai, agar
bekerja dengan segala daya upayanya (Hasibuan, 1989).
Kekuatan motivasi merupakan suatu dorongan untuk mempengaruhi
seseorang, mengontrol dan merubah situasi. Kekuatan motivasi seseorang
diharapkan dapat menciptakan suatu pengaruh untuk meningkatkan kinerja
mereka. Kebutuhan dasar manusia yang membuat orang terdorong untuk
melakukan suatu pekerjaan adalah: Motivasi berprestasi (achievement
motivation), yaitu suatu dorongan untuk mengatasi tantangan untuk maju dan
berkembang menuju pencapaian tujuan, Motivasi berafiliasi (afiliation
motivation), yaitu dorongan untuk melakukan hubungan dengan orang lain secara
efektif atas dasar sosial, Motivasi dengan kekuasaan (power motivation), yaitu
dorongan untuk mempengaruhi orang, mengendalikan dan merubah situasi. Hal
ini didukung oleh penelitian McClelland’s yang terfokus pada dorongan-dorongan
motivasi yaitu untuk mendapatkan penghargaan (achievement), untuk berafiliasi
(affilliation), dan untuk kekuasaan (power).
Berdasarkan pendapat McClelland dan Adward . yang dikutip A. Prabu
(dalam Hafizurrahman, 2007) dapat dikemukakan bahwa karakteristik pekerja
yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi, antara lain: Memiliki tanggung
jawab pribadi yang tinggi, Memiliki program kerja berdasarkan rencana dan
tujuan nyata serta berjuang untuk merealisasikannya, Memiliki kemampuan untuk
mengambil keputusan dan berani mengambil resiko yang dihadapinya, Melakukan
pekerjaan yang berarti dan menyelesaikan dengan hasil yang memuaskan, dan
Mempunyai keinginan menjadi orang terkemuka yang menguasaibidang tertentu.
Lebih lanjut McClelland mengemukakan untuk ciri orang yang
mempunyai motivasi berprestasi tinggi antara lain: Memiliki tingkat tanggung
jawab pribadi yang tinggi, Berani mengambil dan memikul resiko, Memiliki
tujuan yang realistic, Memiliki rencana kerja yang menyeluruh dan berjuang
untuk merealisasi tujuan, Memanfaatkan umpan balik yang nyata pada semua
kegiatan yang dilakukan, Mencari kesempatan untuk merealisasikan rencana yang
telah deprogram.
Dikutip dari Hafizurrahman (2007), yang juga mengutip pernyataandari
Michael dalam buku manajemen sumber daya manusia, lebih lanjut diuraikan
bahwa motivasi memiliki dua bentuk dasar: pertama, motivasi buatan (ekstrinsic)
yaitu segala hal yang dilakukan terhadap orang untuk memotivasi mereka. Kedua,
motivasi hakiki (intrinsic), yaitu faktor-faktor dari dalam diri seseorang yang
mempengaruhi orang untuk berperilaku/untuk bergerak kearah tertentu.
Kenyataannya, bentuk motivasi tersebut saling berkaitan erat, artinya pengaruh
yang datang dari luar akan mempengaruhi motivasi yang datang dari dalam diri
seseorang. Motivasi adalah sesuatu yang kompleks.Memahami bahwa disamping
semua faktor diatas, ada hubungan yang kompleks antara motivasi dan prestasi
kerja.
