Risiko yang Mungkin Timbul dalam Piutang Usaha (skripsi dan tesis)

Setiap kebijakan yang dilakukan oleh perusahaan pasti akan mempunyai
dampak dan pengaruh yang ditimbulkan, baik itu yang menguntungkan maupun yang merugikan perusahaan itu sendiri. Kemungkinan yang sifatnya umum
banyak sekali terjadi bilamana pihak yang memberikan piutang menagih kembali.
Menurut Riyanto (2008:7), “Risiko kredit adalah risiko tidak terbayarnya kredit
yang telah diberikan kepada para pelanggan”. Risiko yang mungkin terjadi dalam
piutang usaha, yaitu:
1. Risiko tidak dibayarnya seluruh piutang
Risiko tidak terbayarnya seluruh piutang bagi perusahaan merupakan risiko
paling berat yang harus dihadapi, karena seluruh tagihan yang telah
direncanakan akan diterima di masa yang akan datang ternyata tidak dapat
diterima kembali sebagai kas, sehingga pengorbanan yang telah dilakukan
terbuang percuma.
2. Risiko tidak dibayar sebagian piutang
Risiko tidak dibayar sebagian piutang adalah risiko yang lebih ringan karena
sebagian dari total piutang tersebut telah diterima perusahaan. Sering sekali
terjadi dalam kasus nyata sehari-hari, seorang pembeli yang baru pertama
kali mengadakan hubungan transaksi penjualan kredit akan menunjukkan
kesan yang sangat baik. Namun setelah waktu untuk membayar piutangnya
tiba mulailah mereka menunjukkan itikad yang kurang baik.
3. Risiko keterlambatan pelunasan
Risiko keterlambatan pelunasan merupakan risiko yang lebih ringan tetapi
bukan berarti tidak mempengaruhi keadaan keuangan perusahaan, karena
meskipun dalam waktu yang relatif tidak lama jelas terlihat bahwa
pemasukan dari uang tagihan tersebut telah melewati jawal penerimaan
yang seharusnya.
4. Risiko tertanam modal
Perusahaan harus hati-hati dalam memberikan pinjaman atau piutang
kepada pelanggannya sebab bila perusahaan tersebut mengadakan penjualan
secara kredit akan timbul perkiraan piutang pada laporan keuangan
perusahaan yang bersangkutan. Hal ini jelas mengakibatkan modal tertanam
dalam piutan baik modal yang bersumber dari modal sendiri maupun modal
asing.