Perputaran Persediaan (skripsi dan tesis)

Menurut Subramanyam (2010:254), perputaran persediaan
merupakan rasio untuk mengukur kecepatan rata-rata persediaan
bergerak keluar masuk perusahaan. Tingkat perputaran yang tinggi
mengindikasikan kemudahaan dalam menjual persediaan, sementara
tingkat perputaran yang rendah mengindikasikan kesulitan. Menurut
Kasmir (2013:180) perputaran persediaan merupakan rasio yang
digunakan untuk mengukur berapa kali dana yang ditanam dalam
persediaan (inventory) ini berputar dalam satu periode. Sedangkan
Menurut Harahap (2013:308) perputaran persediaan adalah
menunjukkan seberapa cepat perputaran persediaan dalam siklus
produksi normal. Semakin cepat perputarannya semakin baik karena
dianggap kegiatan penjulan berjalan cepat. Hal ini juga diperkuat
dengan teori yang dikemukakan oleh Munawir (2010) menyatakan
bahwa semakin rendah tingkat perputaran persediaan akan
memperbesar resiko terhadap kerugian yang disebabkan karena
peningkatan harga atau karena perubahan selera konsumen, di samping
itu akan menambah ongkos penyimpanan dan pemeliharaan terhadap
persediaan tersebut. Menurut Darsono & Ashari (2005:82) rasio yang
ideal untuk perputaran persediaan adalah 6 kali. Rasio yang terlalu
tinggi berisiko terjadinya kekurangan persediaan yang mengakibatkan
larinya pelanggan sehingga dapat mengurangi profitabilitas perusahaan.
Sehingga rasio yang terlalu rendah menyebabkan banyak persediaan
yang menganggur yang mengakibatkan persediaan yang tersedia terlalu
banyak sehingga perusahaan harus mengeluarkan biaya untuk
perawatan dan pemeliharaan persediaan.