Penggolongan Piutang (skripsi dan tesis)

Menurut Warren (2009: 437) piutang dibagi menjadi tiga yaitu sebagai
berikut :
1. Piutang Usaha
Transaksi paling sering menghasilkan piutang adalah penjualan barang atau
jasa secara kredit. Piutang semacam ini diharapkan dapat tertagih dalam
waktu dekat, misalnya 30 atau 60 hari. Piutang ini digolongkan sebagai aset
lancar di neraca.
2. Wesel Tagih
Pernyataan jumlah utang pelanggan dalam bentuk tertulis yang formal.
Selama diharapkan dapat ditagih dalam waktu satu tahun, wesel tagih
biasanya digolongkan sebagai aset lancar di neraca

3. Piutang lainnya
Piutang lainnya biasanya dikelompokkan secara terpisah di neraca. Piutang
tersebut diharapkan akan ditagih dalam waktu satu tahun, maka digolongkan
sebagai aset lancar dan dilaporkan di bawah pos investasi. Piutang lainnya
mencakup piutang bunga, piutang pajak, dan piutang karyawan.
Menurut Keiso (2011: 275), Selain klasifikasi yang umum seperti diatas,
piutang juga dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
1. Piutang dagang
Piutang dagang dihasilkan dari kegiatan normal bisnis perusahaan, yaitu
penjualan secara kredit barang atau jasa ke pelanggan.
2. Piutang nondagang
Piutang nondagang meliputi seluruh jenis piutang lainnya, seperti piutang
bunga, piutang deviden, piutang pajak, tagihan kepada perusahaan asosiasi,
dan tagihan kepada karyawan.
3. Piutang lancar
Piutang lancar meliputi seluruh piutang yang diperkirakan akan dapat ditagih
dalam jangka waktu satu tahun atau sepanjang siklus normal operasional
perusahaan, sedangkan untuk setiap unsur piutang nondagang memerlukan
analisis lebih lanjut untuk menentukan apakah jangka waktu satu tahun atau
lebih.
4. Piutang tidak lancar
Piutang tidak lancar akan dilaporkan dalam neraca sebagai aktiva tidak lancar
lainnya