Pengendalian Internal Atas Piutang (skripsi dan tesis)

Perusahaan melakukan penjualan secara kredit sebagian asset yang
dimiliki adalah piutang. Agar piutang tak tertagih, perlu menetapkan kebijakan
yang baik dan tepat untuk dimiliki tanpa adanya penunggaan pembayaran maupun
resiko. Wujud dari pengendalian internal dan pengawasan atas piutang tersebut
berupa kebijakan. Untuk mewujudkan perusahaan perlu memperhatikan
pengendalian internal dan pengawasan terhadap piutang tersebut (Suwarno, 2009):
1. Penetapan Pemberian Kredit
Pemberian kredit dan syarat pemberian kredit dapat menetapkan dengan
sebaik-baiknya supaya tidak terjadinya kerugian pada perusahaan dan
menghambat para pelanggan yang baik dan potensial, pada umumnya pemberian
kredit berpedoman pada prinsip 5 C yang terdiri dari character, capital, capacity,
collateral, dan condition of economy.
2. Penagihan
Pelaksanaan penagihan adalah syarat-syarat pemberian kredit diantarannya
syarat jatuh tempo pembayaran. Perusahaan dapat melakukan cara pengiriman
surat tagihan kepada customer, melalui telepon, melalui petugas yang dating,
melalui tindakan secara hukum.
3. Penetapan dan penyelengaraan pengendalian internal yang tepat
Adanya penegndalian internal yang tepat atas piutang digunakan untuk
mendukung tahap pengendalian seperti penetapan pemberian kredit dan
pelaksanaan penagihan. Perusahaan harus memiliki prosedur-prosedur yang tepat
seperti:
a. Memisahkan fungsi pegawai atau bagian yang melakukan penjualan dari
fungsi akuntansi untuk piutang. Dengan demikian pegawai yang menangani
akuntani untuk piutang tidak boleh dilibatkan dengan aspek operasi.
b. Pegawai yang menangani piutang yang harus dipisahkan dari hasil tagihan
piutang.
c. Piutang harus memiliki persetujuan dari yang berwenang di transaksi
pemberian kredit, pemberian potongan penghapusan.
d. Piutang diatur oleh perusahaan berdasarkan umur piutangnnya.