Pengendalian Intern Piutang (skripsi dan tesis)

Suatu sistem piutang yang sehat, menguntungkan serta konstruktif harus
didasarkan atas prosedur, praktek dan juga operasi yang layak. Hal tersebut dapat
dicapai dengan adanya sistem pengendalian intern perusahaan. Secara umum
prosedur pengendalian intern pada transaksi piutang, diantaranya :
1. Otorisasi yang semestinya atas transaksi dan kegiatan.
2. Pemisahan tugas yang mengurangi kesempatan yang memungkingkan
seseorang dalam posisi yang dapat melakukan dan sekaligus menutupi
kekeliruan atau ketidakberesan dalam pelaksanaan tugasnya sehari-hari.
Oleh sebab itu, tanggung jawab untuk memberikan otorisasi transaksi,
mencatat transaksi dan menyimpan aktiva perlu dipisahkan di tangan
karyawan yang berbeda.
3. Perancang dan penggunaan dokumen dan catatan yang memadai untuk
membantu pencatatan secara semestinya transaksi dan peristiwa, misalnya
dengan memantau penggunaan dokumen pengiriman barang yang bernomor
urut tercetak.
4. Pengamanan yang cukup atas akses dan penggunaan aktiva perusahaan dan
catatan, misalnya penetapan fasilitas yang dilindungi dan otorisasi untuk
akses keprogram dan arsip data komputer.
5. Pengecekan secara independen atas pelaksanaan dan penilaian yang
semestinya atas jumlah yang dicatat, misalnya pengecekan atas pekerjaan
klerikal, rekonsiliasi, pembandingan aktiva yang ada dengan
pertanggungjawaban yang tercatat, pengawasan dengan menggunakan
program komputer, penelaahan oleh manajemen atas laporan yang
mengikhtisarkan rincian akan (misalnya saldo piutang yang dirinci menurut
umur piutang) dan penelaahan oleh pemakai atas laporan yang dihasilkan
oleh komputer.