Pengaruh Perputaran Piutang terhadap Profitabilitas (skripsi dan tesis)

Piutang merupakan salah satu bentuk investasi yang menyerap
sebagian dari modal perusahaan. Bila perusahaan menggunakan modal
sendiri seluruhnya, maka dengan piutang modal yang tersedia untuk
investasi bentuk lain (persediaan, aktiva tetap dan lain-lain) akan
berkurang. Dengan demikian, biaya modal besarnya sama dengan besarnya
biaya modal sendiri. Peningkatan piutang yang diiringi oleh meningkatnya
piutang tak tertagih perlu mendapat perhatian. Untuk itu sebelum suatu
perusahaan memutuskan melakukan penjualan kredit, maka terlebih
dahulu diperhitungkan mengenai jumlah dana yang diinvestasikan dalam
piutang, syarat penjualan dan pembayaran yang diinginkan, kemungkinan
kerugian piutang (piutang tak tertagih) dan biaya-biaya yang akan timbul
dalam menangani piutang bisa diatasi (Deni, 2013).
Manajemen piutang perusahaan dituntut untuk dapat mengelola
piutangnya secara benar dengan menggunakan perhitungan yang tepat
sehingga tujuan yang telah ditetapkan perusahaan baik untuk tujuan jangka
pendek maupun jangka panjang dapat tercapai secara maksimal. Makin
besarnya jumlah perputaran piutang berarti semakin besar resiko, tetapi
bersamaan dengan itu juga akan memperbesar profitabilitas (Riyanto,
2008 dalam Prakoso, dkk, 2014)
Riyanto (2001) dalam Purnawati, dan Sufiana, (2014)
menyatakan perputaran piutang menunjukkan periode terikatnya modal
kerja dalam piutang dimana semakin cepat periode berputarnya
menunjukkan semakin cepat perusahaan mendapatkan keuntungan dari
penjualan kredit tersebut, sehingga profitabilitas perusahaan juga ikut
meningkat. Hal ini didukung oleh hasil penelitian Purnawati, dan Sufiana
(2014) melaporkan bahwa piutang berpengaruh terhadap profitabilitas.