Pencatatan Piutang (skripsi dan tesis)

Menurut Mulyadi (2008:257), menyatakan bahwa “Prosedur pencatatan
piutang bertujuan untuk mencatat mutasi piutang perusahaan kepada setiap
debitur”. Mutasi piutang disebabkan oleh transaksi penjualan kredit, penerimaan
kas dari debitur, retur penjualan dan penghapusan. Prosedur pencatatan piutang
merupakan prosedur akuntansi untuk mencatat timbulnya piutang sehingga hanya
melibatkan bagian piutang. Pada umumnya, fungsi piutang dapat digolongkan
menjadi tiga, yaitu :
1. Membuat catatan piutang yang dapat menunjukkan jumlah-jumlah piutang
kepada tiap-tiap langganan. Catatan ini disusun sedemikian rupa sehingga
dapat diketahui sejarah tiap-tiap langganan, jumlah maksimum kredit dan
keterangan-keterangan lain yang diperlukan. Karena bagian kredit bertugas
untuk menyetujui setiap penjualan kredit, maka catatan yang dibuat oleh
bagian piutang ini akan menjadi dasar bagian kredit untuk mengambil
keputusan.
2. Menyiapkan dan mengirimkan surat pernyataan piutang. Surat pernyataan
ini disesuaikan dengan metode jurnal dan piutang, serta kebutuhan
piutangnya.
3. Membuat daftar analisa umur piutang setiap periode. Daftar ini dapat
digunakan untuk menilai keberhasilan kebijaksanaan kredit yang dijalankan
dan juga sebagai dasar untuk membuat bukti memo untuk mencatat
kerugian piutang.