Jenis- jenis Persediaan (skripsi dan tesis)

Menurut Hanafi (2010:87) berdasarkan proses produksi,
persediaan terbagi menjadi 3 jenis, yaitu persediaan biasanya
mencakup beberapa jenis persediaan seperti persediaan bahan mentah,
persediaan bahan setengah jadi, dan persediaan barang jadi (barang
dagangan). Bahan mentah adalah bahan yang akan digunakan untuk
memproduksi barang dagangan. Barang setengah jadi adalah barang
yang belum selesai sepenuhnya menjadi barang dagangan. Barang jadi
adalah barang yang sudah selesai dikerjakan dan siap untuk dijual.
Menurut Ristono (2009:7) pembagian jenis persediaan
berdasarkan tujuan terdiri dari :
1. Persediaan pengamanan (safety stock)
Persediaan pengamanan atau sering pula disebut sebagai safety
stock adalah persediaan yang dilakukan untuk mengantisipasi unsur
ketidakpastian permintaan dan persediaan. Apabila persediaan
pengamanan tidak mampu mengantisipasi tersebut, maka akan
terjadi kekurangan persediaan (stockout). Faktor- faktor yang
menentukan besarnya safety stock :
a. Penggunaan bahan baku rata-rata
b. Faktor lama atau lead time (procurement time)
2. Persediaan antisipasi
Persediaan antisipasi disebut sebagai stabilization stock merupakan
persediaan yang dilakukan untuk menghadapi fluktuasi permintaan
yang sudah dapat diperlukan sebelumnya.
3. Persediaan dalam pengiriman (transit stock)
Persediaan dalam pengiriman disebut work-in process stock adalah
persediaan yang masih dalam pengiriman, yaitu :
a. Eksternal transit stock adalah persediaan yang masih berada
dalam transportasi.
b. Internal transit stock adalah persediaan yang masih menunggu
untuk proses atau menunggu sebelum dipindahkan
Pada dasarnya jenis-jenis persediaan adalah persediaan barang
mentah, barang setengah jadi dan persediaan barang jadi. Perusahaan
manufaktur menggunakan jenis persediaan bahan mentah maupun
bahan setengah jadi dengan tujuan mengubah bentuk fisik barang
tersebut.