Bentuk-bentuk Normalisasi (skripsi dan tesis)

1. Bentuk normal tahap pertama (1” Normal Form)
Contoh yang kita gunakan di sini adalah sebuah perusahaan yang
mendapatkan barang dari sejumlah pemasok. Masing-masing pemasok
berada pada satu kota. Sebuah kota dapat mempunyai lebih dari satu
pemasok dan masing-masing kota mempunyai kode status tersendiri.
2. Bentuk normal tahap kedua (2nd normal form)
Definisi bentuk normal kedua menyatakan bahwa tabel dengan kunci
utama gabungan hanya dapat berada pada 1NF, tetapi tidak pada 2NF.
Sebuah tabel relasional berada pada bentuk normal kedua jika dia
berada pada bentuk normal kedua jika dia berada pada 1NF dan setiap
kolom bukan kunci yang sepenuhnya tergantung pada seluruh kolom
yang membentuk kunci utama.
3. Bentuk normal tahap ketiga (3rd normal form)
Bentuk normal ketiga mengharuskan semua kolom pada tabel
relasional tergantung hanya pada kunci utama. Secara definisi, sebuah
tabel berada pada bentuk normal ketiga (3NF) jika tabel sudah berada
pada 2NF dan setiap kolom yang bukan kunci tidak tergantung secara
transitif pada kunci utamanya.
4. Boyce Code Normal Form (BCNF)
Setelah 3NF, semua masalah normalisasi hanya melibatkan tabel yang
mempunyai tiga kolom atau lebih dan semua kolom adalah kunci.
Banyak praktisi berpendapat bahwa menempatkan entitas pada 3NF
sudah cukup karena sangat jarang entitas yang berada pada 3NF bukan
merupakan 4NF dan 5NF.
5. Bentuk Normal Tahap Keempat dan Kelima
Sebuah tabel relasional berada pada bentuk normal keempat (4NF)
jika dia dalam BCNF dan semua ketergantungan multivalue
merupakan ketergantungan fungsional. Bentuk normal keempat (4NF)
didasarkan pada konsep ketergantungan multivalue (MVD).
Sebuah tabel berada pada bentuk normal kelima (5NF) jika ia tidak
dapat mempunyai dekomposisi lossless menjadi sejumlah tabel lebih
kecil. Empat bentuk normal pertama berdasarkan pada konsep
ketergantungan fungsional, sedangkan bentuk normal kelima
berdasarkan pada konsep ketergantungan gabungan (join dependence)
(Janner Simarmata, 2010 : 76).