Laporan keuangan adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas. Tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan keuangan dalam pembuatan keputusan ekonomi. Laporan keuangan juga menunjukkan hasil pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka (PSAK No. 1, 2017). Laporan keuangan menyajikan informasi mengenai entitas yang meliputi, aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan dan beban termasuk keuntungan dan kerugian, kontribusi dari dan distribusi kepada pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik, serta arus kas. Selain itu, laporan keuangan juga terdiri dari beberapa komponen yaitu, laporan posisi keuangan pada akhir periode, laporan laba rugi komprehensif selama periode, laporan perubahan ekuitas selama periode, laporan arus kas selama periode, catatan atas laporan keuangan, serta laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif. Informasi tersebut akan membantu pengguna laporan keuangan dalam memprediksi arus kas masa depan dan, khususnya, dalam hal waktu dan kepastian diperolehnya kas dan setara kas (PSAK No. 1, 2017). Hartono (2014) menyatakan bahwa salah satu unsur dalam laporan keuangan yang paling banyak diperhatikan dan dinantikan informasinya adalah laporan laba rugi yang memberikan informasi mengenai laba yang dicapai perusahaan dalam suatu periode. Laba merupakan salah satu bagian dari laporan keuangan yang mendapat banyak perhatian dan banyak penelitian membuktikan adanya hubungan yang sangat erat antara laba dengan tingkat return saham perusahaan. Investor memerlukan informasi laba tahunan dalam mempertimbangkan penanaman modalnya. Laporan laba rugi sangat penting bagi para pemakainya karena memiliki nilai prediktif. PSAK No. 1 (2017) menyatakan laba memiliki manfaat untuk menilai kinerja manajemen, membantu mengestimasi kemampuan laba yang representatif dalam jangka panjang, memprediksi laba dan menaksir risiko dalam investasi atau kredit. KDPPLK (2017) juga menjelaskan bahwa para investor, kreditur, dan pihak-pihak lainnya sering menggunakan informasi laba dan informasi tentang komponen-komponen laba untuk menilai prospek arus kas dari investasi atau pinjaman yang mereka berikan. Scott (2015) menyatakan bahwa informasi laba dapat bermanfaat jika dapat mengakibatkan investor mengubah keyakinan dan tindakan mereka sebelumnya dan tingkat kegunaan tersebut dapat diukur dari sejauh mana volume atau perubahan harga mengikuti publikasi informasi laba.
