Dalam akuntansi dikenal istilah basis akrual dan basis kas. Dalam
PSAK No.1 (IAI, 2012) menyebutkan bahwa untuk mencapai tujuannya,
laporan keuangan disusun atas dasar akrual. Dengan dasar ini, pengaruh
transaksi dan peristiwa lain diakui pada saat kejadian bukan pada saat kas atau
setara kas diterima atau dibayar dan dicatat dalam catatan akuntansi serta
dilaporkan dalam laporan keuangan pada periode yang bersangkutan. Dasar
akrual mengasumsikan bahwa laporan keuangan harus mencerminkan
transaksi pada periode ketika mereka benar-benar terjadi, tidak harus ketika
pergerakan uang tunai atau kas terjadi. Laba akrual didasarkan pada dua
prinsip akuntansi, yakni pengakuan pendapatan dan prinsip penandingan.
Prinsip pengakuan pendapatan meminta perusahaan untuk mengakui
pendapatan ketika telah melaksanakan semua atau satu bagian subtansial dari
jasa-jasa yang harus diberikan dan penerimaan kas dari transaksi tersebut
adalah pasti. Prinsip penandingan meminta perusahaan untuk mengakui semua
biaya yang terkait dengan pendapatan dalam periode yang sama dimana
pendapatan diakui.
Besaran akrual merupakan standar deviasi laba sebelum item-item luar
biasa dikurangi dengan aliran kas operasi (Dechow et.al dalam Fanani,2010).
Oleh karena itu, diperlukan sebuah pengukuran untuk menilai kualitas akrual
pada laporan laba (earnings) perusahaan. Laba akuntansi yang persisten
adalah laba akuntansi yang memilki sedikit atau tidak mengandung akrual dan
dapat mencerminkan kinerja perusahaan yang sesungguhnya.
Adapun Besaran akrual adalah besaran pendapatan diakui pada saat
hak usaha timbul karena penyerahan barang ke pihak luar dan biaya diakui
saat kewajiban timbul lantaran penggunaan sumber ekonomik yang melekat
pada barang yang diserahkan tersebut. Kualitas akrual dapat menaikkan
ataupun menurunkan sinkronitas harga saham, kualitas akrual merupakan
salah satu proksi yang digunakan dalam mengukur kualitas laba. Komponen
akrual menjadi penting untuk diukur karena komponen akrual juga memiliki
unsur estimasi future cash flow, defereal dari arus kas masa lalu, alokasi dan
valuasi, yang sebenarnya memiliki tingkat subjektivitas yang tinggi.
Untuk basis akrual pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, berikut
kelebihan akrual basis :
a. Menghasilkan laporan keuangan yang lebih baik untuk tujuan
pengambilan keputusan.
b. Pengalokasian sumber daya dapat diketahui lebih akurat.
c. Penilaian kinerja yang lebih akurat dalam satu tahun pelaporan karena
penilaian kesehatan keuangan dikaitkan pada kinerja perusahaan.
d. Dapat menghasilkan nilai aset, kewajiban dan ekuitas yang lebih baik.
e. Pengukuran penilaian biaya suatu kegiatan yang lebih baik.
f. Menyelaraskan/meratakan belanja modal dengan akuntansi penyusutan.
g. Mengubah perilaku keuangan para penggunanya menjadi lebih transparan
dan akuntabe.
h. Lebih efektifnya audit karena akuntansi akrual menyediakan catatan yang
jelas.
Selain itu basis akrual juga memiliki kekurangan yaitu sebagai berikut :
1) Relatif lebih kompleks dibanding basis akuntansi kas sehingga
membutuhkan SDM dengan kompetensi akuntansi yang memadai.
2) Jika dibandingkan metode basis arus kas, penyesuaian basis akrual lebih
membutuhkan prosedur administrasi yang lebih rumit, sehingga biaya
administrasi menjadi lebih mahal.
3) Penentuan kos dan besaran transaksi yang dicatat harus dilakukan oleh
individu yang mencatat.
4) Relevansi akuntansi akrual basis akan menjadi terbatas ketika dikaitkan
dengan nilai historis dan inflasi.
5) Perusahaan tidak mempunyai perkiraan yang tepat kapan kas yang belum
dibayarkan oleh pihak lain dapat terima.
