Banyak peneliti memandang konservatisme akuntansi sebagai tanda dari kualitas laba yang lebih baik. Konservatisme akuntansi mengurangi kemungkinan laba dinyatakan terlalu tinggi yang menyebabkan laba dilaporkan tidak sesuai dengan kenyataan. Laba yang dilaporkan tidak berdasarkan kenyataan dapat menyesatkan investor dalam mengambil keputusan. Prinsip konservatisme pada dasarnya lebih berpihak kepada investor karena prinsip konservatisme melindungi investor dari kesalahan pengambilan keputusan. Konservatisme merupakan penentu kualitas laba (Subramanyam dan John, 2010: 92). Konservatisme akuntansi dapat melindungi investor dari kekeliruan menilai informasi laba yang tinggi namun tidak disajikan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya (Putu dan Dewa 2014). Teori sinyal menjelaskan tentang pemberian sinyal yang dilakukan oleh manajer. Berdasarkan teori sinyal, konservatisme akuntansi memberikan sinyal positif kepada investor mengenai informasi laba yang berkualitas. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan yang menerapkan konservatisme akuntansi mendapatkan respon positif dari investor berdasarkan informasi laba yang disajikan. Manajer memberitahukan informasi di dalam laporan keuangan bahwa mereka memakai kebijakan konservatisme sehingga laba yang dihasilkan lebih berkualitas karena prinsip tersebut mencegah perusahaan dalam membesarkan laba (Elen, 2013). Putu dan Dewa (2014) terdapat pengaruh positif konservatisme akuntansi pada kualitas laba. Prinsip-prinsip konservatisme yang berpihak pada investor cenderung bersifat melindungi investor dari kesalahan berinvestasi akibat kesalahan dalam menganalisis laba perusahaan. Konservatisme akuntansi dapat melindungi investor dalam menilai informasi laba yang tinggi namun tidak disajikan sesuai dengan kenyataan. Penelitian yang dilakukan oleh Putu dan Dewa (2014) membuktikan bahwa konservatisme akuntansi berpengaruh positif terhadap kualitas laba.
