Perusahaan keluarga merupakan salah satu fenomena yang
terdapat didalam dunia bisnis, selain jumlahnya yang banyak,
perusahaan keluarga juga mempunyai andil yang cukup signifikan
bagi perekonomian Negara (Sobirin, 2012).Perusahaan keluarga
merupakan suatu entitas bisnis yang dengan karakteristik unik yang
tidak dimiliki oleh perusahaan pada umumnya dalam hal pengelolaan
dan transformasi.
Perusahaan keluarga memiliki pola yang unik pula juga
umumnya memiliki visi jangka panjang yang solid karena adanya
kepemilikan dan komitmen jangka panjang yang jelas, selain itu
perusahaan keluarga pada umumnya memiliki fleksibilitas dan
kecepatan dalam pengambilan keputusan yang tinggi karena
perusahaan dikelola oleh manajer-manajer yang sekaligus sebagai
pemilik, selain itu loyalitas, kedekatan, dan kecintaan para pengelola
kunci perusahaan keluarga umumnya demikian tinggi sehingga
kohesivitasnya juga demikian tinggi(Azwari, 2016). Terutama
menyangkut pengelolaan kepemilikan saham perusahaan. Menurut
teori keagenan perusahaan keluarga merupakan controlling
stakeholder sehingga mengontrol pemilik saham minoritas dalam
pengambilan keputusan.
Menurut Sumarsono (2014)perusahaan keluarga lebih
menekankan pada komponen ikatan keluarga dalam perusahaan, selain
itu menekankan pada esensi atau konsekuensi perilaku keterikatan
keluarga dalam perusahaan. Pendefinisian perusahaan tersebut
berdasarkan komponen ikatan keluarga dalam perusahaan secara
umum lebih mudah untuk dioperasionalisasikan.Perusahaan keluarga
didasarkan pada tiga komponen yaitu kepemilikan keluarga, komisaris
keluarga dan direksi keluarga. Perusahaan keluarga didefinisikan
sebagai perusahaan yang dikendalikan oleh keluarga tertentu melalui
komponen seperti kepemilikan keluarga dan atau komisaris keluarga
dan atau direksi keluarga.
Menurut (Harindahyani, 2017) dari hasil survey
mengungkapkan bahwa pelanggan dan investor lebih percaya pada
usaha keluarga karena memiliki perencanaanuntuk mencapai
kesuksesan dibandingkan perusahaan non-keluarga. Dampaknya
sebesar 71% dari pimpinan perusahaan keluarga mengatakan bahwa
dengan adanya kepercayaan tersebut membuat mereka mudah dalam
menarik investor..
Perusahaan keluarga merupakan investasi jangka panjang atas
nama keluarga sehingga untuk memberikan citra yang baik manajer
melakukan manajemen laba untuk menyembunyikan kinerja yang
buruk dan menarik calon investor dengan melihat laporan keuangnya.
Pernyataan ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan
bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi manajemen laba adalah
kepemilikan keluarga.
