Indikator Kualitas Audit (skripsi dan tesis)

Penelitian yang dilakukan Ventje Ilat et al. (2016) dalam mengukur kualitas auditnya menggunakan dua indikator, yaitu: Kesesuaian pemeriksaan dengan standar audit dan Kualitas laporan hasil pemeriksaan. Bouhawia et al. (2015) menggunakan tiga indikator untuk mengukur kualitas audit dalam penelitiannya, indikator-indikator tersebut adalah kode etik akuntan, standar professional akuntan publik, dan standar akuntansi keuangan. Financial Reporting Council (FRC) mengidentifikasi lima indikator kualitas audit, yaitu: budaya dalam suatu perusahaan audit, keterampilan dan kualitas pribadi dari mitra dan staf audit, efektivitas proses audit, keandalan dan kegunaan pelaporan audit serta faktor di luar kendali auditor yang mempengaruhi kualitas audit, Knechel et al. (2013). Menurut Francis (2011), berpendapat bahwa kualitas audit dipengaruhi oleh 6 (enam) indikator seperti input audit, proses audit, kantor akuntan, industry audit dan pasar audit, lembaga serta konsekuensi ekonomi hasil audit. Veena L. Brown et al. (2016) mengembangkan indikator kualitas audit menjadi 6 (enam) indikator, yaitu: suasana hati atau pengaruh auditor, pengetahuan dan kepercayaan auditor, aktivitas auditor perorangan, aktivitas tim audit, lingkungan perusahaan audit, dan aktifitas perusahaan audit. Sedangkan menurut penelitian Knechel (2013), kualitas audit dapat diukur dengan menggunakan indikator, yaitu: insentif dan motivasi, skeptisisme profesional, pengetahuan dan keahlian, tekanan kerja, penghakiman dalam proses Audit, produksi Audit, penilaian risiko, prosedur analitis, memperoleh dan mengevaluasi Bukti Audit, negosiasi auditor-klien, peninjauan dan pengendalian mutu, penyajian kembali, litigasi, akrual diskresioner, konservatisme akuntansi, laporan audit, tinjauan peraturan perusahaan audit, kompensasi mitra audit, biaya audit abnormal, biaya nonaudit, biaya audit premium – auditor BIG N, spesialisisasi industri, audit tenure, persepsi pasar terhadap kualitas audit Beberapa perbedaaan dalam penggunaan indikator untuk mengukur kualitas audit juga terdapat dalam penelitian Enofe et al. (2014), dimana penelitiannya ini menggunakan 6 (enam) indikator seperti kebutuhan perusahaan, kepatuhan standar, keahlian dan kecermatan professional, senior auditor, etika dan pengetahuan, serta kepuasan. Berdasarkan indikator-indikator yang telah digunakan oleh peneliti sebelumnya, maka indikator yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah kode etik akuntan, standar professional akuntan publik, standar akuntansi keuangan, skeptisisme professional, tekanan kerja, suasana hati auditor, audit tenure, serta keahlian dan kecermatan professional.