Masalah lingkungan telah menjadi masalah serius dunia saat ini. oleh karena itu, perlu adanya perhatian khusus mengenai masalah ini. Hal ini harus dilakukan untuk meningkatkan perkembangan ekonomi dan kinerja perusahaan (Tseng et al., 2013). Perusahaan di masa depan tidak hanya bertanggung jawab atas kinerja ekonomi dan lingkungan, tetapi juga berkontribusi pada penyelesaian masalah hak asasi manusia, etika dan partisipasi masyarakat (Hens et al., 2018). Dampak perubahan iklim yang drastis telah menciptakan kesadaran bagi pemerintahan, perusahaan dan masyarakat (Chan, 2005; Foley dan Olabi, 2017; Campiglio et al., 2018). Perusahaan perlu menerapkan inovasi hijau untuk mengurangi dampak proses produksi pada lingkungan. Inovasi hijau mengacu pada inovasi yang menekankan pada pengurangan limbah, pencegahan polusi, dan implementasi sistem manajemen lingkungan (Eiadat et al., 2008). Strategi mendasar dari inovasi berkelanjutan sangat penting untuk mengatasi tekanan eksternal, seperti pelanggan, pesaing dan regulator (Porter dan Van der Linde, 1995). Dengan demikian, untuk memuaskan para pemangku kepentingan tersebut, perusahaan perlu mengadopsi inovasi hijau (Lin et al., 2014). Strategi hijau merupakan strategi yang telah dilakukan perusahaan untuk menerapkan inovasi hijau sehingga mereka mencapai keunggulan kompetitif, memenuhi kebutuhan pasar dan memenuhi harapan para pemangku kepentingan (Song dan Yu, 2017).
