Sustainability Report (skripsi dan tesis)

Sustainability report adalah praktik pengukuran, pengungkapan aktivitas perusahaan, dan upaya akuntabilitas dari kinerja organisasi sebagai tanggungjawab kepada stakeholder internal dan eksternal dalam mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan (GRI, 2013). Sustainability report merupakan sebuah istilah umum yang dianggap sinonim dengan istilah lainnya untuk mendeskripsikan laporan mengenai dampak ekonomi, lingkungan dan sosial (seperti konsep tripple bottom line, pelaporan CSR, dan lain sebagainya). Sustainability report harus menyediakan gambaran yang berimbang dan masuk akal dari kinerja keberlanjutan sebuah organisasi baik kontribusi yang positif maupun negatif (GRI, 2013). Sustainability report merupakan salah satu instrmen yang dapat digunakan oleh suatu organisasi baik pemerintah maupun perusahaan dalam berdilaog dengan warga negara maupun stakeholder-nya sebagai salah satu upaya penerapan pendidikan pembangunan keberlanjutan. Oleh karena itu, penyusunan sustainability report pada saat sekarang ini meliputi posisi yang sama pentingnya juga dengan pengungkapan informasi seperti yang diungkapkan dalam laporan keuangan. Penelitian ini menggunakan kerangka Global Report Initiative versi 3 dengan 78 item pengungkapan. Tujuan dari GRI adalah untuk membantu pelapor menyusun laporan keberlanjutan yang bermakna dan membuat pelaporan keberlanjutan yang mantap dan terarah menjadi praktik standar. Dengan menggunakan pedoman ini organisasi yang melaporkan dapat menghasilkan informasi yang andal, relevan, dan terstandardisasi yang dapat digunakan untuk menilai peluang dan resiko, serta pengambilan keputusan yang lebih matang – baik di dalam perusahaan maupun di antara para pemangku kepentingannya. World Business Council for Sustainable Development (WBCSD) (dikutip dari Widianto, 2011 dalam Rizky Zakiyah) menjelaskan manfaat yang didapat dari pengungkapan sustainability report antara lain: 1. Sustainability report memberikan informasi kepada stakeholder (pemegang saham, anggota komunitas lokal, pemerintah) dan meningkatkan prospek perusahaan, serta membantu mewujudkan transparansi. 2. Sustainabilty report dapat membantu membangun reputasi sebagai alat yang memberikan kontribusi untuk meningkatkan brand value, market share, dan loyalitas konsumen jangka panjang. 3. Sustainability report dapat menjadi cerminan bagaimana perusahaan mengelola risikonya. 4. Sustainability report dapat digunakan sebagai stimulasi leadership thinking dan performance yang didukung dengan semangat kompetisi. 5. Sustainability report dapat mengembangkan dan memfasilitasi pengimplementasian dari sistem manajemen yang lebih baik dalam mengelola dampak lingkungan, ekonomi, dan sosial. 6. Sustainability report cenderung mencerminkan secara langsung kemampuan dan kesiapan perusahaan untuk memenuhi keinginan pemegang saham untuk jangka panjang. 7. Sustainability report membantu membangun ketertarikan para pemegang saham dengan visi jangka panjang dan membantu mendemonstrasikan bagaimana meningkatkan nilai perusahaan yang terkait dengan isu sosial dan lingkungan. Dalam pedoman GRI terdapat tiga komponen utama pengungkapan yang memperlihatkan dampak aktivitas perusahaan terhadap ekonomi, lingkungan dan sosial pada bagian standar disclosures. Dari ketiga dimensi tersebut diperluas menjadi 6 dimensi, yaitu: ekonomi, lingkungan, praktek tenaga kerja, hak asasi manusia, masyarakat, dan tanggung jawab produk. Dari keenam dimensi terdapat total seluruh item pengungkapan menurut GRI adalah 78 item. Variabel Sustainability report ini diukur melalui Sustainability Report Disclosure Index (SRDI). SDRI diukur menurut global initiative Reporting (GRI), menurut GRI ada 78 item yang disesuaikan dengan masingmasing perusahaan. Perhitungan SRDI dilakukan dengan memberikan skor 1 jika satu item diungkapkan, dan 0 jika tidak diungkapkan. Setelah dilakukan pemberian skor pada seluruh item, skor tersebut kemudian dijumlahkan untuk memperoleh keseluruhan skor untuk setiap perusahaan