Manajemen keuangan yang efisien membutuhkan tujuan dan sasaran yang
digunakan sebagai standar dalam memberikan penilaian efisiensi keputusan
keuangan.
Menurut Suad Husnan (2012:3) Pertimbangan sosial terhadap tanggung jawab yang
dapat dilihat dari empat segi, yaitu :
1. Secara normatif tujuan keputusan keuangan adalah untuk memaksimumkan
nilai perusahaan. Nilai perusahaan merupakan harga yang bersedia dibayar
2. oleh calon pembeli apabila perusahaan tersebut dijual. Bagi perusahaan yang
menerbitkan saham di pasar modal, harga saham yang diperjual belikan di
bursa merupakan indikator nilai perusahaan.
3. Memaksimumkan nilai perusahaan (atau harga saham) tidak identik dengan
memaksimumkan laba per lembar saham (Earning Per Share). Hal ini
disebabkan karena memaksimumkan EPS mengabaikan nilai waktu uang, dan
tidak memperhatikan faktor risiko.
4. Dengan demikian memaksimumkan nilai perusahaan juga tidak identik
dengan memaksimumkan laba, apabila laba diartikan sebagai laba akuntansi.
Sebaliknya memaksimumkan nilai perusahaan akan identik dengan
memaksimumkan laba dalam pengertian ekonomi (economic profit). Hal in
disebabkan karena laba ekonomi diartikan sebagai jumlah kekayaan yang bisa
dikonsumsikan tanpa membuat pemilik kekayaan tersebut menjadi lebih
miskin. Sayangnya konsep keuntungan ekonomi ini akan sangat sulit
diterapkan, sehingga kalau kita mendengar istilah laba dalam lingkup
perusahaan, bisa dipastikan pengertiannya adalah pengertian akuntansi.
5. Dengan demikan tujuan pengelolaan keuangan tersebut sebenarnya bisa
berlaku untuk siapa saja, bukan terbatas pada perusahaan. Hanya saja untuk
level perusahaan di beberapa kekhususan. Kekhususan-kekhususan tersebut
diantaranya adalah :
a. Perusahaan bisa dimiliki oleh lebih dari satu orang.
b. Ada peraturan-peraturan yang berlaku untuk perusahaan.
c. Penggunaan prinsip-prinsip akuntansi untuk mencatat transaksi keuangan
dalam perusahaan
