Menurut Kurniawati (2014), ada beberapa
karakteristik tertentu dari pendapatan yang menentukan atau
membatasi bahwa sejumlah rupiah yang masuk ke perusahaan
merupakan pendapatan yang berasal dari operasi perusahaan.
Karakteristik tersebut antara lain berdasarkan sumber
pendapatan, produk dan kegiatan utama perusahaan dan jumlah
rupiah pendapatan serta proses penandingan.
1) Sumber Pendapatan
Jumlah rupiah aktiva bertambah melalui berbagai
cara tetapi tidak semua cara tersebut mencerminkan
pendapatan. Tambahan jumlah rupiah aktiva perusahaan
dapat berasal dari transaksi modal, laba dari penjualan aktiva
yang bukan barang dagangan seperti aktiva tetap, surat
berharga, ataupun penjualan produk perusahaan, hadiah,
sumbangan atau penemuan, revaluasi aktiva tetap, dan
penjualan produk perusahaan.
2) Produk dan Kegiatan Utama Perusahaan
Produk perusahaan bisa berupa barang ataupun
jasa. Perusahaan tertentu mungkin sekali menghasilkan
berbagai macam produk (baik berupa barang atau jasa atau
keduanya) yang sangat berlainan jenis maupun arti
pentingnya bagi perusahaan. Terkadang, produk yang
dihasilkan secara kebetulan bila dihubungkan dengan
kegiatan utama perusahaan atau yang timbul tidak
tetap,sering dipandang sebagai elemen pendapatan non
operasi. Maka pemberian pembatasan tentang pendapatan
sangat perlu, untuk itu produk perusahaan harus diartikan
meliputi seluruh jenis barang atau jasa yang disediakan atau
diserahkan kepada konsumen tanpa memandang jumlah
rupiah tiap jenis produk tersebut atau sering tidaknya produk
tersebut dihasilkan.
3) Jumlah Rupiah Pendapatan dan Proses Penandingan
Pendapatan merupakan jumlah rupiah dari harga
jual persatuan kali kuantitas terjual. Perusahaan umumnya
akan mengharapkan terjadinya laba yaitu jumlah rupiah
pendapatan lebih besar dari jumlah biaya yang dibebankan.
Laba atau rugi yang terjadi baru akan diketahui setelah
pendapatan dan beban dibandingkan. Setelah biaya yang
dibebankan secara layak dibandingkan dengan pendapatan
maka terlihatlah jumlah rupiah laba atau pendapatan.
Sedangkan menurut Rustam (2013), Ada beberapa
karakteristik tertentu dari pendapatan yang menentukan atau
membatasi bahwa sejumlah rupiah yang masuk ke perusahaan
merupakan pendapatan yang berasal dari operasi perusahaan.
Karakteristik ini dapat dilihat berdasarkan sumber pendapatan,
produk dan kegiatan utama perusahaan dan jumlah rupiah
pendapatan serta proses penandingan.
1) Sumber pendapatan
Jumlah rupiah perusahaan bertambah melalui
berbagai cara tetapi tidak semua cara tersebut mencerminkan
pendapatan. Tambahan jumlah rupiah aktiva perusahaan
dapat berasal dari transaksi modal; laba dari penjualan aktiva
yang bukan barang dagangan seperti aktiva tetap; surat
berharga; ataupun penjualan anak atau cabang perusahaan;
hadiah, sumbangan atau penemuan; revaluasi aktiva tetap;
dan penjualan produk perusahaan. Dari semua transaksi di
atas, hanya transaksi atas penjualan produk saja yang dapat
dianggp sebagai sumber utama pendapatan walaupun laba
atau rugi mungkin timbul dalam hubungannya dengan
penjualan aktiva selain produk utama perusahaan.
2) Produk dan kegiatan utama perusahaan
Produk perusahaan mungkin berupa barang
ataupun dalam bentuk jasa. Perusahaan tertentu mungkin
sekali menghasilkan berbagai macam produk atau baik
berupa barang atau jasa atau keduanya yang sangat berlainan
jenis maupun arti pentingnya bagi perusahaan.
Terkadang, produk yang dihasilkan secara insidental
bila dihubungkan dengan kegiatan utama perusahaan atau
yang timbul tidak tetap, sering dipandang sebagai elemen
pendapatan non operasi, maka pemberian pembatasan tentang
pendapatan sangat perlu, untuk itu produk perusahaan harus
diartikan meliputi seluruh jenis barang atau jasa yang
disediakan atau diserahkan kepada konsumen tanpa
memandang jumlah rupiah relatif tiap jenis produk tersebut
atau sering tidaknya produk tersebut atau sering tidaknya
produk tersebut dihasilkan.
3) Jumlah rupiah pendapatan dan proses penandingan
Pendapatan merupakan jumlah rupiah dari harga
jual per satuan kali kuantitas terjual. Perusahaan umumnya
akan mengharapkan terjadinya laba yaitu jumlah rupiah
pendapatan lebih besar dari jumlah biaya yang dibebankan.
Laba atau rugi yang terjadi baru akan diketahui setelah
pendapatan dan beban dibandingkan. Setelah biaya yang
dibebankan secara layak dibandingkan dengan pendapatan
maka tampaklah jumlah rupiah laba atau pendapatan neto.
