Dimensi Merek (skripsi dan tesis)

Dalam beberapa tahun terakhir telah berkembang sejumlah skala pengukuran spesifik customer based brand equity (CBBE) berbasis survey konsumen. Dalam penelitian ini penulis akan menggunakan ukuran ekuitas merek yang diadaptasi dari hasil penelitian Lassar, Mittal & Sharma (dalam Tjiptono, 2012:51) yang berpandangan bahwa ekuitas merek merupakan pandangan konsumen individu terhadap suatu merek yang dikenal baik dalam ingatannya. Berdasarkan pengertian tersebut, Lassar, Mittal & Sharma (dalam Tjiptono, 2012:51) mengidentifikasikan lima dimensi ekuitas merek, diantaranya sebagai berikut: 1. Performance (Kinerja) Penilaian konsumen tentang suatu merek yang unggul secara keseluruhan, baik dari penampilan, kualitas maupun manfaat dari penggunaan produk tersebut. 2. Social Image (Citra sosial) Persepsi konsumen terhadap merek dimana merek tersebut dapat memberikan kebanggan bagi penggunanya. 3. Value (nilai) Persepsi konsumen terhadap utilitas merek dibanding biaya merek, yang didasarkan pada pertimbangan simultan atas apa yang diterima dan apa yang diberikan untuk mendapatkan manfaat merek. 4. Trustworthiness (Kepercayaan) Yaitu keyakinan konsumen terhadap perusahaan dan komunikasinya, serta segala tindakan yang dilakukan oleh perusahaan adalah untuk kepentingan konsumen. 5. Commitment (komitmen) Kekuatan relatif dari perasaan pribadi yang dirasakan oleh konsumen terhadap suatu merek. Contohnya, seseorang semakin menyukai sebuah merek televisi setelah melihat kinerja dari televisi merek X. Menurut Soehadi (2010:28), kekuatan suatu merek (brand equity) dapat diukur berdasarkan 7 indikator, yaitu: 1. Leadership: kemampuan untuk mempengaruhi pasar, baik harga maupun atribut non-harga. 2. Stability: kemampuan untuk mempertahankan loyalitas pelanggan. 3. Market: kekuatan merek untuk meningkatkan kinerja toko atau distributor. 4. Internationality: kemampuan merek untuk keluar dari area geografisnya atau masuk ke negara atau daerah lain. 5. Trend: merek menjadi semakin penting dalam industri. 6. Support: besarnya dana yang dikeluarkan untuk mengkomunikasikan merek. 7. Protection: merek tersebut mempunyai legalitas Menurut Susanto dan Wijanarko (2010) yang mengadaptasi teori Aaker, brand equity dapat dikelompokkan ke dalam 5 kategori: 1. Brand awareness Brand awareness adalah kesanggupan seorang calon pembeli untuk mengenali atau mengingat kembali bahwa suatu merek merupakan bagian dari kategori merek tertentu. Artinya brand awareness adalah pengakuan dan pengingatan dari sebuah merek dan pembedaan dari merek yang lain yang ada di lapangan.