Kotler, Philip dan Keller (2009) menyebutkan bahwa persepsi COO adalah asosiasi mental dan keyakinan yang dipicu oleh suatu Negara. Pembeli memiliki sikap dan keyakinan yang berbeda terhadap merek dari berbagai Negara. Persepsi tersebut bisa saja mempengaruhi atribut dalam prosess pengambilann keputusan. Merek yang sukses di pasar global memberikan kredibilitas dan rasa hormat pada konsumennya. Menurut Shamidra dan Saroj (2011), Country of Origin sering dikaitkan dengan kualitas produk. Konsumen akan menggunakan Country of Origin sebagai standar kualitas suatu produk sebelum produk tersebut dibeli. Country of Origin mempengaruhi persepsi dan image di benak konsumen. Konsumen cenderung memiliki kesan tertentu terhadap suatu produk yang didihasilkan oleh suatu negara. Konsumen menganggap produk yang berasal dari Amerika merupakan produk yang prestisius, produk yang berasal dari Jepang merupakan produk yang inovatif sedangkan produk yang berasal dari China merupakan produk yang murah. Menurut (Listiana,2012) efek lain dari Country of Origin sebagai efek “made in” yang dimaksud adalah persepsi konsumen mengenai dimana suatu produk dihasilkan atau diproduksi. Penelitian COO dari waktu ke waktu semakin memperluas konsep-konsep COO yang ada. Sebelumnya, COO hanya dikaitkan dengan label “made in” dimana proses produksi dari awal sampai akhir hanya di satu negara tertentu. Namun kenyataannya saat ini, barang yang berlabelkan “made in” negara tertentu belum tentu proses produksi dari awal sampai akhirnya di negara tersebut. Contohnya saja, sebuah produk dengan label “made in” China bisa saja proses produksi dan perakitannya saja di China, namun asal mereknya (country of brand origin) dari Amerika. Menurut Abdi dalam Hananto (2015) Country of Origin merupakan identitas dalam atribut produk yang mempengaruhi evaluasi konsumen dalam mengidentifikasi asal negara suatu produk. Pada perilaku pembelian dalam keputusan pembelian, konsumen dapat menentukan keberhasilan strategi perusahaan di dalam negeri dan pasar luar negeri. Dalam beberapa penelitian disepakati bahwa konsumen mempunyai persepsi tertentu mengenai lokasi atau negara tempat suatu produk dihasilkan. Ketika konsumen hanya 16 mempunyai informasi lokasi suatu produk dihasilkan, maka dalam pengambilaan keputusan pembelian akan dipengaruhi oleh persepsi konsumen akan negara tersebut. Beberapa istilahistilah yang lahir dari konsep Country of Origin adalah country of design, country of manufacture, country of assembly, dan country of part dimana semua istilah tersebut menunjukkan bahwa beberapa perusahaan global dan transnasional tidak lagi melakukan keseluruhan rangkaian produksi di negaranya. Rangkaian produksi dilakukan di negara lain, tetapi tetap mengacu pada negara asalnya. Misalnya, perancangan dilakukan di Jepang, perakitannya dilakukan di Indonesia dan komponennya didatangkan dari Jepang. Menurut Setianingsih (2016) Country of Origin merupakan negara asal suatu merek yang mempengaruhi niat pembelian yang merupakan elemen penting dalam mempengaruhi minat beli suatu produk. Konsumen akan teliti dalam mengevaluasi darimana produk tersebut berasal. Suatu produk yang diproduksi pada suatu Negara dapat membawa suatu hambatan perdagangan barang dan jasa di dalam atau diluar negara. Preferensi konsumen untuk produk-produk dalam dan luar negeri dapat dipengaruhi oleh trust pada perusahaan asing, consumer ethnocentrisme dan perasaan negatif terhadap negara tertentu. Menurut Hsieh et al. dalam Setianingsih (2016) pada dasarnya, citra negara dalam perspektif pemasaran dapat didefinisikan pada tiga tingkat, yaitu : 1) Overall country image (citra negara keseluruhan) Merupakan keseluruhan kepercayaan, ide dan kesan dari suatu negara tertentu sebagai hasil evaluasi konsumen atas persepsinya tentang kelebihan dan kelemahan negara tersebut. 2) Aggregate product country image (citra negara asal produk keseluruhan) Merupakan keseluruhan perasaan kognitif yang diasosiasikan dengan produk dari negara tertentu atau kesan terhadap keseluruhan kualitas produk yang berasal dari suatu negara tertentu. 3) Specific product country image (citra negara asal dilihat pada kategori produk tertentu) Merupakan keseluruhan perasaan kognitif yang diasosiasikan dengan spesifikasi produk dari negara tertentu. Indikator-indikator Country of Origin menurut Yasin, Nasser dan Osman (2007) yaitu: 1) inovasi negara dalam berproduksi, 2) tingkat kemajuan teknologi negara asal merek, 3) desain produksi, 18 4) kreativitas berproduksi, 5) kualitas produksi, 6) prestise yang dimiliki negara asal merek, dan 7) citra negara asal merek sebagai negara maju
