Sikap (skripsi dan tesis)

Dalam Teori Reasoned Action atau TRA, sikap merupakan hasil perimbangan untung dan rugi dari periaku yang dilakukan oleh individu. Sikap merupakan suatu disposisi untuk merespon secara positif atau negatif, baik untuk suatu objek, seseorang, suatu lembaga, atau suatu peristiwa (Ajzen, 1991). Park dan Blenkinsopp (2009) mendefinisikan sikap sebagai keyakinan individu atas suatu perilaku/tindakan yang dianggap benar atau tidak. Dengan demikian sikap seseorang terhadap suatu informasi menunjukkan seberapa jauh orang tersebut merasakan bahwa suatu informasi itu benar atau tidak. 16 Untuk membedakan sikap dengan aspek-aspek psikis lainnya, maka sikap mempunyai ciri-ciri sebagai berikut (Adi, 1994): 1) Sikap menggambarkan hubungan antara subyek dengan obyek. Tidak ada sikap yang tanpa objek. Obyek ini bisa berupa benda, orang, ideologi, nilai-nilai sosial, dan lembaga masyarakat. 2) Sikap tidak dibawa sejak lahir, tetapi dipelajari dan dibentuk berdasarkan pengalaman dan latihan, oleh karena itu sikap dapat berubah-ubah meskipun relatif sulit berubah. 3) Sikap tidak menghilang walau kebutuhan sudah dipenuhi. 4) Sikap sangat beragam sesuai dengan obyek yang menjadi pusat perhatiannya. 5) Dalam sikap tersangkut juga faktor motivasi dan perasaan. Hal inilah yang membedakannya dari pengetahuan. Sikap relatif sulit berubah dan sikap membuat orang berperilaku relatif konsisten terhadap suatu obyek. Menurut Adi (1994) sikap seseorang dapat dibentuk ataupun diubah melalui beberapa cara, yaitu: 1. Adopsi Kejadian dan peristiwa yang terjadi secara berulang-ulang dan terusmenerus, secara bertahap diserap ke dalam diri individu dan mempengaruhi terbentuknya suatu sikap. 2. Diferensiasi Karena adanya perkembangan akan pengalaman, inteligensi, dan pengetahuan maka ada hal yang dianggap sejenis, namun sekarang dipandang tersendiri dan lepas dari jenisnya. Terhadap obyek tersebut, dapat terbentuk pula sikap tersendiri. 3. Integrasi Pembentukan sikap terjadi secara bertahap, dimulai dengan berbagai pengalaman yang berhubungan dengan satu hal tertentu, sehingga akhirnya terbentuk sikap mengenai hal tersebut. 4. Trauma Trauma adalah pengalaman yang tiba-tiba dan mengejutkan, yang meninggalkan kesan mendalam pada jiwa orang yang bersangkutan. Pengalaman-pengalaman yang traumatis dapat juga menyebabkan terbentuknya sikap. 5. Generalisasi Pengalaman traumatik yang dialami seseorang pada beberapa hal tertentu dapat menimbulkan sikap negatif pada semua hal sejenis. Sikap dapat didefinisikan sebagai suatu evaluasi menyeluruh yang memungkinkan individu merespon dengan cara yang menguntungkan atau tidak menguntungkan secara konsisten berkaitan dengan suatu obyek.