Peti-kemas menunjukkan pengelompokan karton-karton induk untuk penanganan atau pengangkutan. Konsep peti-kemas meliputi semua bentuk penyatuan (Unitization), dari penggabungan dari 2 karton induk sampai kepada pemakaian TOFC khusus atau pengaturan transport terkoordinir lainnya. Semua peti-kemas ini hanya mempunyai satu tujuan pokok, yaitu meningkatkan efisiensi penanganan material dalam sistem operasi logistik. Peti-kemas dibagi menjadi dua yaitu peti-kemas yang tak kaku (Nonrigid containerization) dan peti-kemas kaku (Rigid containerization). (Bowersox, 2002) 1. Peti-kemas yang tak kaku (Nonrigid containerization) Peti-kemas yang tak kaku (Nonrigid containerization) ini tidak dilindungi oleh penutup yang lengkap. Variasinya yang paling lazim adalah menumpukkan karton-karton induk diatas pallet untuk maksud penanganan material. Pallet adalah sebuah landasan atau anjungan mendatar yang digunakan sebagai landasan untuk merakit, menyimpan dan memindahkan barang sebagai satu satuan muatan dan biasanya terdiri atas dua permukaan rata yang dipisahkan oleh tiga balok. Ciri-ciri pallet antara lain (Apple, 1990) : 1. Dapat diperlebar, serbaguna, atau untuk pemakaian khusus 2. Dapat bermuka dua atau tunggal 3. Dapat berbalik rendah dengan sayap tunggal atau ganda 4. dapat mempunyai satu, dua atau empat arah pemasukan 5. Terbuat dari kayu, kayu lapis, logam, plastik dan lain sebagainya 6. Melindungi barang yang sedang dipindah dari kerusakan, kebocoran dan lainnya 7. Mempermudah penyimpanan 8. Meningkatkan kebersihan dan pemeliharaan barang 9. Menyimpan barang tidak pada lantai (lepas pada lantai) sehingga mudah dipindahkan 10. Berguna untuk : – Sistem yang menggunakan banyak truk-bergarpu – Pemanfaatan barang – Pemanfaatan kubik bangunan – Meningkatkan ukuran muatan – Mengurangi pemindahan barang-barang secara satu demi satu – Meminimumkan pengepakan barang-barang secara satu demi satu a. Tipe dan Ukuran Pallet Kebanyakan asosiasi memilih suatu ukuran pallet yang standar untuk dipakai seluas mungkin oleh perusahaan-perusahaan besar dalam industri itu. Misalnya (Grocery manufacturers of America = Pengusaha pangan Amerika) telah menerima atau mengambil ukuran pallet 40 kali 48 inci dengan 4 jalan masuk sebagai konfigurasi yang diusulkan untuk distribusi pangan. Ukuran yang paling sering dipakai adalah 40 kali 48 inci, 32 kali 40 inci dan kali 36 inci. Jika sebuah pallet memberikan 4 jalan masuk (four-way-entry), maka pallet itu dapat digerakkan oleh peralatan penanganan dari sisi mana saja. Semakin besar sebuah pallet maka semakin ekonomis. Penentuan ukuran pallet didasarkan atas ukuran muatan, kecocokannya (Comptability) dengan peralatan penanganan dan transport yang dipakai diseluruh sistem logistik, dan praktek-praktek industri yang standard. Berbagai material yang dapat dipakai untuk membuat pallet adalah kayu keras (hardwood), tetapi ada juga yang terbuat dari baja, plastik, alumunium dan berbagai material sintetis. b. Penumpukan Karton Induk Ada 4 metode penumpukan yang dipakai dalam menyusun karton induk diatas pallet yaitu penumpukan dengan bentuk balok, bata, baris dan roda-jepit. Metode balok dipakai untuk karton yang sama lebar dan panjangnya. Jika panjang dan lebarnya berbeda yang dipakai adalah pola bata, baris dan roda-jepit. Untuk metode bata, baris dan roda-jepit kartonkarton yang ditempatkan diatas pallet dengan susunan dalam pola saling mengunci (interlocking) dengan tingkat-tingkat yang berdekatan pada sudut 0 90 satu sama lainnya. Stabilitas muatan akan meningkat dengan susunan saling mengunci (interlocking). c. Pengamanan Muatan Pallet Stabilitas pola pallet itu belum menjamin pengamanan muatan itu sementara pallet ditangani (handled) atau sewaktu dalam perjalanan. Metode-metode yang standard untuk menambah stabilitasnya meliputi pengikatan dengan tali, tiang-tiang disudut, lilitan baja, penggandengan dan pengeleman (glue bonding). d. Penentuan Posisi Pallet Untuk menentukan posisi pallet ada dua metode yaitu posisi 0 90 atau persegi dan posisi menyudut (angle). Posisi 0 90 atau persegi berarti pallet diletakkan tegak lurus pada gang (perpendicular to the aisle). Penempatan posisi menyudut berarti pallet ditempatkan pada suatu sudut. Sudut-sudut yang dipakai berkisar antara 0 10 sampai 0 45 dengan 0 26 yang paling lazim. Metode persegi digunakan dalam gudang- ,5 gudang yang mula-mula karena mudahnya denahnya. Sedangkan metode menyudut memberikan potensi yang lebih besar untuk efisiensi operasi. Lebar gang dapat dikurangi karena truk fork-lift dapat meletakkan pallet dalam sistem penempatan sudut ini tanpa perlu memutar penuh 0 90 . Efisiensi operasi meningkat karena mudahnya penempatan yang disebabkan oleh pendeknya pemutaran. Dalam keadaan tertentu, ganggang yang dikurangi (reduced aisles) dapat mengimbangi kerugian karena penyudutan (losses due to angling). (Bowersox, 2002). 2. Peti Kemas Kaku (Rigid containerization) Peti Kemas Kaku (Rigid containerization) adalah kotak didalam dimana ditempatkan karton-karton induk atau produk-produk lepas (loose product) selama dalam penggudangan dan perjalanan (transportation). Tujuannya adalah menempatkan barang kedalam suatu peti-kemas yang dapat melindungi dan juga mudah menanganinya (Bowersox, 2002). Manfaat dan kelebihan dari peti-kemas kaku antara lain : 1. Memperbaiki seluruh efisiensi pengangkutan material 2. Mengurangi kerusakan dalam penanganan dan perjalanan 3. Mengurangi pencurian 4. Mengurangi kebutuhan pengepakan pelindung 5. Meningkatkan proteksi terhadap produk dari lingkungan unsur 6. Memberikan satuan pengiriman yang dapat dipakai berkali-kali, sehingga mengurangi pemborosan dan tidak perlu membuang petikemas itu. Hambatan mengapa peti-kemas kaku belum terwujud didalam negri karena adanya 4 faktor berikut ini : 1. Sikap dan praktek para pengangkut (carrier) 2. Kurangnya standard 3. Kurangnya kepemimpinan 4. Kurangnya koordinasi
