Missi Logistik (skripsi dan tesis)

Missi logistik suatu perusahaan adalah mengembangkan suatu sistem yang dapat memenuhi kebijaksanaan pelayanan dengan biaya pengeluaran serendah mungkin Bowersox(1995).Sistem logistik terutma menyangkut sokongan terhadap pembuatan (manufacturing) dan operasi pasar.Pada tahapan kebijaksanaan, masalah yang kritis adalah menentukan tahapan prestasi yang dikehendaki dan menetapkan biaya yang berhubungan dengan operasi logistik. Menurut Bowersox(1995) perencanaan sokongan logistik menyangkut 2 pertimbangan kebijksanaan yaitu prestasi pelayanan dan total pengeluaran biaya yang memberikan hasil tercapainya pengembalian yang dikehendaki atas investasi atau sasaran-sasaran tertentu lainya dari perusahaan. Keseimbangan ini adalah kebijaksanaan logistik yang selnjutnya akan memberikan mndt mnajerial untuk menuntun desain sistem. 1) Prestasi logistik Hampir setiap level pelayanan logistik dapat dicapai apabila perusahaan mau membayar harganya, pada akhirnya prestsi logistik itu adalah masalah prioritas dan biaya.Apabila suatu barang tidak tersedia pada waktu dibutuhkan oleh pabrik maka pabrik tersebut mungkin terpaksa ditutup dengan akibat kerugian biaya dan kemungkinan kerugian penjualan.Prioritas yang diberikan kepada prestasi ini dalam situasi tersebut biasanya tinggi. Prestasi logistik diukur dengan penyediaan (avaibility), kemampuan (capability) dan kualitas (quality).Avaibility adalah menyangkut kemampuan perusahaan untuk secara konsisten memenuhi kebutuhan material atau produk, jadi avaibility menyangkut ke persediaan.Umumnya, makin rendah frekwensi pengeluaran stok yang direncanakan, maka makin besar investasi dalam ratarata persediaan. Capability prestasi logistik adalah menyangkut jarak waktu antara penerimaan sutu pesanan dengan pengantaran barangnya.Capability ini menyangkut kecepatan pengantaran dan konsistenya dalam waktu tertentu.Suatu perusahaan penerima dari suatu sistem logistik lebih menghargai konsistensi daripada kecepatn pelayanan.Mutu (Quality) prestasi dalah menyangkut seberapa jauh baiknya tugas logistik secara keseluruhan dilaksanaka.Kualitas dapat dilihat dari besarnya kerusakan, item-item yang betul serta pemecahan masalah yang tidak terduga. Tidak ada gunanya pengantaran yang cepat dan konsisten jika mutu tidak terjaga.Hal tersebut dapat mengecewakan konsumen karena kualitas barang yang dipesan tidak sesuai dengan yang diharapkan konsumen.Standar prestasi hendaklah ditetapkan secara selektif.Sebagian produk lebih kritis daripada produk lainya karena pentingnya bagi pembeli dan arena profitabilityatau tingkat keuntunganya.Prestasi yang rendah atu dibawah standar karena kebijakan yang tidak tepat dapat menimbulkan masalah yang besar bagi perusahaan. 2) Biaya logistik Sistem logistik hendaklah dipandang sebagai pusat biaya.Sifat dari avaibility yang tinggi, capability yang cepat dan konsisten dan quality yang tinggi itu ada hubunganya masing-masing dengan biaya.Semakin tinggi masing-masing aspek ini dari total prestasi, makin tinggi masing-masing aspek ini maka semakin besar biaya logistiknya Bowersox (1995). Masalah perencanaan yang penting timbul dari fakta bahwa biaya logistik dan peningkatan prestasi itu mempunyai suatu hubungan yang tidak proposional. 3) Keseimbangan sistem logistik Biasanya perushaan akan mendapatkan bahwa hubungan yang terbaik antara prestasi logistik dengan biaya itu adalah hubungan yang berimbang antara prestasi yang layak dengan pengeluaran biaya yang realistis Bowersox(1995). Jarang sekali total biaya yang terendah itu atau prestasi pelayanan yang tinggi itu merupakan sasaran logistik yang terbaik. Kemajuan- kemajuan penting telah dicapai dalam perkembangan alat-alat pembantu bagi manajemen dalam mengukur imbalan biaya prestasi. Suatu kebijakan yang sehat hanya dapat dirumuskan apabila ada kemungkinan untuk menaksir pengeluaran-pengeluaran untuk tingkat-tingkat alternatif dari prestasi perusahaan tersebut, begitu pula tingkat-tingkat alternatif dari prestasi perusahan tidak akan ada artinya apabila tidak dilihat dari sudut kebutuhn pemasaran dan manufacturing. Membuat penetpaan missi logistik adalah tugas perumusan dan perencanaan kebijakan, jadi prestasi logistik adalah hasil yang ingin dicapai perusahaan saat menerapkan sistem logistik