Jenis Warehousing (skripsi dan tesis)

Jenis warehouse dalam rantai apsokan sangat bervariasi, tergantung dari perannya dalam rantai pasokan, diantaranya (Rushton, A., dkk., 2010): a. By the stage in the supply chain, warehouse dikenal sebagai tempat penyimpanan bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi. b. By geographic area, contohnya seperti sebuah regional warehouse yang diperuntukkan melayani seluruh dunia atau beberapa negara, warehouse nasional untuk melayani daerah-daerah di seluruh wilayah satu negara, atau warehouse lokal untuk melayani wilayah tertentu. c. By product type, warehouse untuk penyimpanan suku cadang, gudang perakitan (misalnya untuk perakitan mobil), makanan beku, makanan yang mudah rusak (perishable), dan barang-barang yang berbahaya. d. By function, warehouse untuk penyimpanan persediaan, warehouse untuk sortasi (misalnya sebagai hub dari kiriman warehouse pengolahan). e. By ownership, warehouse yang dikelola sendiri oleh penggunanya (misanya produsen atau pengecer) atau warehouse yang dikelola perusahaan penyedia jasa logistik (third-party logistics). f. By company usage, misalnya warehouse khusus untuk satu perusahaan (dedicated warehouse), atau warehouse yang digunakan bersama (sharedwarehouse). g. By area, warehouse dengan luas mulai dari 100 meter persegi atau kurang dan warehouse dengan luas lebih dari 100.000 meter persegi. h. By height, mulai dari warehouse sekitar 3 meter hingga warehouse “highbay” dengan tinggi lebih dari 45 meter. i. By equipment, dari warehouse yang mengoperasikan secara manual atau warehouse dengan operasi otomatis.