Terdapat beberapa jenis tempat penyimpanan yaitu antara lain : 1. Gudang bahan baku 2. Gudang komponen/suku cadang/barang dalam proses 3. Gudang barang produk jadi 4. Gudang pemasok kantor 5. Gudang peralatan Dari beberapa macam gudang diatas, gudang bahan baku dan gudang komponen, serta barang jadi memerlukan ruangan dan perhatian yang lebih dominan. Ruangan yang diperlukan untuk proses penyimpanan tergantung dari keputusan manajemen perusahaan dalam hal persediaan. Sedang menurut tenggang waktu penyimpanan, tempat penyimpanan/gudang dapat dibedakan atas gudang secara temporare dan gudang semi permanen. Temporare dalam arti barang disimpan/ditempatkan hanya untuk sementara waktu menunggu proses operasi berikutnya. Penyimpanan semi permanen merupakan proses penyimpanan barang jadi yang siap dilakukan pengiriman.(Purnomo, 2004) 1. Penyimpanaan sementara Suatu proses produksi yang dilakukan dengan melewati beberapa operasi akan menghasilkan barang setengah jadi, yaitu barang yang harus menunggu dilakukannya proses operasi berikutnya. Untuk barang setengah jadi, tempat penyimpanan bisa dilakukan dengan dua cara, yang pertama yaitu barang disimpan pada tempat tertentu dalam periode yang agak panjang sampai barang tersebut diperlukan. Sebagian besar penyimpanan barang setengah jadi dilakukan demikian. Yang kedua adalah dengan menaruh barang setengah jadi diantara tempat kerja atau mesin-mesin. Hal ini dapat dilakukan mengingat barang tersebut dalam waktu yang relatif tidak lama segera dilakukan proses operasi berikutnya. 2. Penyimpanan semi permanen Penyimpanan semi permanen merupakan penyimpanan untuk barangbarang menunggu perintah dikeluarkan dari tempat penyimpanan. Yang termasuk barang-barang ini adalah barang produk jadi, barang sisa, skrap dan barang buangan perlu disimpan karena seringkali barang tersebut masih digunakan sebagai bahan baku utama dari perusahaan lain.
