Repurchase Intention (Minat Beli Ulang) (skripsi dan tesis)

Niat pembelian merupakan pembelian yang sudah direncakan karena ada niat yang terbentuk untuk membeli sebuah produk. Menurut Lin dan Chen (2009) mengatakan bahwa purchase (pembelian) akan meningkatkan kemungkinan konsumen dalam melakukan pembelian tambahan (repurchase decision). Selain itu, pengukuran niat pembelian (purchase intentions) akan mempersingkat waktu sampai kejadian pembelian ulang (repurchase intention). Hal ini disebabkan karena sebuah minat untuk membeli kembali akan lebih mudah untuk diakses dalam memori konsumen, sehingga pada saat konsumen membutuhkan sebuah pembelian akan relatif lebih cepat membuat keputusan pada satu tempat tujuan. Setelah konsumen melakukan sebuah pembelian, perusahaan yang melakukan bisnis di B2C (Business to Consumer) perlu memikirkan perilaku konsumen pasca pembelian. Niat membeli (purchase intention) adalah keinginan konsumen untuk membeli. Terdapat hubungan positif antara persepsi pembeli tentang nilai dan kesediaan mereka untuk membeli sebuah produk atau jasa. Bila seseorang memiliki pilihan antara melakukan pembelian dan tidak melakukan pembelian, pilihan antara beberapa merek atau pilihan waktu luang untuk melakukan beberapa kegiatan, orang tersebut berada dalam posisi untuk membuat keputusan. Adanya minat pembelian secara berulang biasanya menandakan bahwa produk tersebut sesuai dengan persetujuan konsumen dan bahwa dia bersedia menggunakannya lagi dan dalam jumlah yang lebih banyak (Schiffman dan Kanuk, 2004). Sedangkan menurut Hicks, et al (2005) repurchase intention adalah tindakan yang didasarkan pada kemungkinan konsumen akan mendapatkan produk yang sama atau produk yang baru akan diperhitungkan berdasarkan pengalaman pembelian sebelumnya. Kemudian niat membeli kembali (repurchase intention) menurut Hellier, et al (2003) merupakan sebuah penilaian individu tentang membeli kembali dari perusahaan yang sama dengan mempertimbangkan situasi saat ini dan keadaan lainnya yang memungkinkan terjadinya pembelian kembali akan produk atau layanan tersebut. Konsumen akan memilih bagaimana ia akan memilih kembali produk atau layanan yang sama berdasarkan niat pembelian ulang (repurchase intention) pada perusahaan yang sama pula.