Pengertian Persepsi Harga (skripsi dan tesis)

Harga merupakan salah satu faktor penentu dalam pemilihan merk yang berkaitan dengan keputusan membeli konsumen. Harga adalah jumlah uang yang dibebankan atas produk/jasa, atau jumlah dari nilai yang ditukar konsumen atas manfaat-manfaat karena memiliki atau menggunakan produk/jasa tersebut (Kotler dan Amstrong, 2010). Menurut Tjiptono (2014) harga merupakan satu-satunya unsur bauran pemasaran yang memberikan pendapat bagi organisasi sedangkan menurut Swastha (2011) Harga adalah jumlah uang yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya. Biasanya para pemasar menetapkan harga untuk kombinasiantara : a. Barang/jasa spesifik yang menjad obyek transaksi b. Sejumlah layanan pelengkap  c. Manfaat pemuasan kebutuhan yang diberikan produk/jasa yang bersangkutan Persepsi Harga adalah sesuatu yang harus diberikan oleh konsumen untuk mendapatkan keunggulan yang ditawarkan oleh bauran pemasaran perusahaan (Cannon, et al, 2008). Harga adalah Service as a signal of quality ( Hawkins, et al) dalam Dewa (2009). Hal ini akan terjadi apabila : 1. Konsumen yakin bahwa harga mampu memprediksi kualitas. 2. Ketika kualitas yang konsumen ketahui/rasakan (Real perceived quality) berbeda-beda diantara para pesaing. 3. Ketika konsumen sulit untuk membuat keputusan tentang kualitas secara objectif, atau dengan menggunakan nama merek atau citra toko. Menetapkan harga suatu produk tidaklah semudah yang kita bayangkan, ada beberapa proses yang harus dilakukan dalam penetapan harga suatu produk. Hal tersebut dilakukan agar mendapatkan keuntungan bagi perusahaan. Menurut Swastha (2014) prosedur-prosedur dalam penetapan harga meliputi: 1. Mengestimasikan permintaan untuk produk/jasa tersebut. 2. Mengetahui lebih dulu reaksi dalam persaingan. 3. Menentukan market share yang dapat diharapkan. 4. Memilih strategi Harga untuk mencapai target pasar. 5. Mempertimbangkan politik pemasaran perusahaan.