Khan dalam He dan et al ((2014), mendefinisikan sebagai ekspresi diri perilaku kerja seseorang melalui perilaku tugas yang mendukung hubungan kerja dan hubungan dengan rekan kerja, penampilan diri (fisik, kognitif, dan emosional), dan sebagai kinerja penuh dan aktif. Singkatnya Employee engagement menempatkan diri seseorang dalam menyelesaikan pekerjaan atau tugas mereka, selanjutnya keterlibatan juga sebagai motivasi, yang melibatkan penempatan (aloaksi) sumber daya personal untuk kinerja peran (Khan 1992; Rict et al., 2010) maka employee engagement membutuhkan pengorbanan kesempatan (opportunity cost) dan pengorbanan personal (personal sacrifices) (Bakker et al., 2005). Maka dapat disimpulkan di satu sisi, karyawan bekerja keras dan semakin memiliki semangat terhadap tugas-tugas yang mereka selesaikan melalui penyerapan atau penggabungan dengan kegiatan kerja mereka. Karaywan yang dilibatkan akan bekerja lebih kreatif dan sangat produktif dan mereka berkeinginan untuk melakukan tugas atau pekerjaan tambahan. Di sisi lain, semakin besar keterlibatan karyawan semakin besar kemungkinan karyawan menggunakan indiatir diri dalam bekerja, dan selanjutnya meningkatkan.
