Pengeluaran Pemerintah (skripsi dan tesis)

Menurut Sukirno (2000), “Pengeluaran Pemerintah
(Goverment Expedicure) adalah tindakan yang dilakukan oleh
pemerintah dalam mengatur jalanya perekonomian dengan menentukan
besarnya penerimaan dan pengeluaran pemerintah yang tercermin dalam
APBN dan APBD setiap tahunya”. Menurut Mangkoesoebroto (1998), :
“Pengeluaran pemerintah mencerminkan kebijakan pemerintah. Apabila
pemerintah memiliki kebijakan untuk membeli barang dan jasa,
pemerintah harus mengeluarkan biaya untuk menjalankan kebijakan
tersebut. Pengeluaran pemerintah dalam arti riil dapat dapat dipakai
sebagai indikator besarnya kegiatan pemerintah yang dibiayai oleh
pengeluaran pemerintah itu. Semakin besar dan banyak kegiatan
pemerintah, semakin besar pula pengeluaran pemerintah yang
bersangkutan. Proporsi pengeluaran pemerintah terhadap penghasilan
nasional (GNP) adalah suatu ukuran terhadap kegiatan pemerintah
dalam suatu perekonomian”.
Konsep Pengeluaran Pemerintah menurut Keynes merupakan
salah satu unsur permintaan agregat. “Konsep perhitungan pendapatan
nasional dengan pendekatan pengeluaran bahwa Y= C + I + G + X-M.
Variabel Y melambangkan pendapatan nasional sekaligus mencerminkan
penawaran agregat. Sedangkan variabel-variabel di ruas kanan disebut
permintaan agregat. Variabel G melambangkan pengeluaran
pemerintah”. Dengan membandingkan nilai G terhadap Y serta
mengamati dari waktu ke waktu dapat diketahui berapa besar kontribusi
pengeluaran pemerintah terhadap pembentukan pendapatan nasional
(Dumairy, 1996).
Pengeluaran Pemerintah dapat disimpulkan sebagai tindakan
maupun kebijakan pemerintah dalam mengatur jalanya perekonomian
seperti yang tercermin dalam APBN dan APBD setiap tahun.
Pengeluaran pemerintah merupakan unsur agregat sesuai dengan konsep
perhitungan pendapatan nasional, dengan membandingkan jumlah
pengeluaran pemerintah terhadap pendapatan nasional dapat di ketahui
seberapa besar kontribusi pemerintah dalam meningkatkan pendapatan
nasional.