Secara umum, konstruksi hijau (green construction) merupakan proses
konstruksi dengan menekankan peningkatan efisiensi dalam penggunaan air, energi, dan
material bangunan mulai dari desain, pembangunan, hingga pemeliharaan pembangunan
tersebut ke depan. Dalam aktivitas konstruksi harus ditekankan kelestarian lingkungan,
keseimbangan ekologis untuk peningkatan kualitas kehidupan segenap lapisan warga
yang harus menjadi acuan dan landasan utama dalam pembangunan. (Abduh dan Fauzi,
2012)
Green construction mengedepankan keseimbangan keuntungan jangka pendek
terhadap resiko jangka panjang yaitu dengan bentuk usaha yang tidak merusak
kesehatan, keamanan, dan kesejahteraan masa depan. (Tanubrata, 2016)
Green construction didefinisikan sebagai suatu perencanaan dan pelaksanaan
proses konstruksi yang didasarkan pada dokumen kontrak untuk meminimalkan dampak
negatif proses konstruksi terhadap lingkungan agar terjadi keseimbangan antara
kemampuan lingkungan dan kebutuhan hidup manusia untuk generasi sekarang dan
mendatang. Konsep green construction merupakan konsep yang populer di bidang
pembangunan konstruksi dalam rangka merespon pemanasan global. Manfaat paling
penting dari penerapan konsep ini tidak hanya sekedar melindungi sumber daya alam,
tetapi juga mewujudkan efisiensi penggunaan energi dan meminimalisir kerusakan
lingkungan. (Ervianto dkk, 2011)
Proyek pembangunan dan lingkungan merupakan dua hal yang tidak dapat
dipisahkan. Sebuah bangunan akan mengkonsumsi energi, material, dan air baik dalam
proses konstruksi maupun dalam operasional bangunan. Green Construction
menitikberatkan pada proses yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan sumber
daya yang efisien pada tahapan pelaksanaan bangunan. Perencanaan dimulai dari
penentuan tapak, desain konstruksi, operasional, pemeliharaan, maupun renovasi dan
pembongkaran. Green Construction bertujuan untuk menciptakan keseimbangan antara
apa yang dibutuhkan dan apa yang dapat lingkungan dukung, serta menciptakan
bangunan berdasarkan desain yang memperhatikan ekologi, menggunakan sumberdaya
alam secara efisien, dan ramah lingkungan selama operasional bangunan.
Tantangan yang dihadapi oleh pelaku industri konstruksi dalam menerapkan
green construction adalah bagaimana memulai sebuah proses konstruksi yang
dinyatakan green dan implementasinya dalam aktivitas konstruksi. Di sisi lain,
tantangan dalam implementasi green construction adalah kesiapan pelaku konstruksi
dalam memahami dan mendukung prinsip-prinsip green construction yang menjadi
aspek penting untuk menilai green construction di Indonesia. (Ervianto,2014)
