Brand Management (Manajemen Merek) (skripsi dan tesis)

Brand management adalah proses yang mencoba mengendalikan semua merek dan kata, dan cara pengambilannya . Manajemen rupakan proses pengelolaan merek sebuah organisasi dengan tujuan untuk meningkatkan ekuitas merek (brand equity) dalam jangka panjang. Manajemen juga dapat diartikan sebagai tanggungjawab merancang identitas merek dan mengolahnya. Dalam pelaksanaan bisa jadi setiap inisiatif berbeda, namun memiliki tujuan akhir yang sama, yaitu membangun merek yang unik dan menguntungkan. Dalam konseptualisasi dan proses pembangunan Merek Kota/Daerah, brand tidak hanya sebagai alat untuk menarik konsumen, tetapi juga merupakan asset tidak berwjud (intangible asset) yang penting20. Hal ini karena ada pengaruh ekonomi pada suatu merek. Merek dapat mempengaruhi konsumen untuk memilih suatu produk/ jasa, mempengaruhi masayarakat dalam memilih tempat bekerja, dan tentunya investor dalam membeli saham. Bahkan organisasi non-profit mulai melihat pentingnya merek sebagai aset kunci untuk mendapatkan donasi dan sponsorship. Dalam meningkatkan keunggulan merek, maka brand identity (identitas merek) memiliki peran yang sangat penting. Brand identity merupakan elemen visual yang dapat mempresentasikan citra sebuah perusahaan maupun institusi di tengah masyarakat. Identitas merek dapat dikatakan baik jika memiliki kesesuaian antara penampilan dan isi yang ingin disampaikan. Identitas merek sebuah perusahaan bisa dilihat dari logonya yang unik dan menarik. Dengan image yang konsisten dari sebuah perusahaan yang disampaikan melalui identitas merek, maka visi, misi, dan nilai perusahaan juga bisa tersampaikan dengan baik. Jadi masyarakat akan merasa familiar dengan brand tertentu. Brand sangat penting, karena akan selalu muncul di pikiran masyarakat. Sehingga brand identity yang tepat tentu akan menjadi alat jual yang kuat, dan membuat brand itu sendiri menjadi kuat pula. Dengan demikian, merek yang kuat dalam jangka panjang dapat memberikan hasil yang lebih besar bagi para pemegang saham atau stakeholders. Merek yang kuat akan dapat membantu perusahaan dalam melakukan perluasan pasar. Selain itu, merek yang kuat tentu akan mendapatkan posisi khusus dalam benak konsumen karena menawarkan pesan-pesan yang dapat dipercaya, rasional, atraktif, dan konsisten sepanjang waktu, sehingga konsumen membentuk pola asosiasi yang kohesif dan bermakna