Brand identity terkait dengan seberapa jauh perusahaan bisa merumuskan identitas mereknya secara tepat. Identitas merek diharuskan mampu menangkap sasaran pasarnya, bisa mengungkapkan keunikan produk/ jasa, apa manfaat utamanya, dan personifikasi yang dimiliki merek tersebut. Misalnya saja identitas yang dimiliki oleh Walt Disney. Walt Disney dapat diekspreskan sebagai magical, family entertainment. Identitas tersebut dapat menggambarkan bahwa yang menjadi sasaran pasarnya (family, keluarga), yang menjadi keunikan dan membedakan dari pesaingnya (magic), manfaat utama yang diberikan berupa entertainment, hiburan, serta personalitas yang diwakili (fun, menyenangkan). Dalam membangun merek yang kuat, selain konsistensi, segala aktivitas yang berkaitan dengan merek tersebut harus sejalan dengan aktivitas yang akan dibangun. Materi komunikasi seperti iklan, baik di televisi, radio, surat kabar, majalah, katalog, leaflet, fliyer, amplop, sporsorship, dan sebagainya harus sejalan. Untuk itu diperlukan aktivitas internal branding yang bertujuan agar setiap individu di dalam organisasi dapat merasakan core value atau jiwa dari merek
