a. Definisi Hubungan Jangka Panjang
Hubungan jangka panjang merupakan persepsi mengenai
saling ketergantungan pembeli terhadap pemasok baik dalam
konteks produk atau hubungan yang diharapkan akan membawa
maanfaat bagi pembeli dalam jangka panjang (Ariani, 2013).
Membangun hubungan jangka panjang dapat menghasilkan
keuntungan termasuk akses pasar dan informasi pasar yang
reliabel. Dengan membangun hubungan jangka panjang dengan
supplier, pembeli dan penjual dapat mencapai penghematan biaya
melalui:
1) Pengurangan biaya pencarian (search cost) dan biaya evaluasi
(evaluation cost)
2) Pengurangan biaya transaksi
3) Pengaruh pengetahuan dan hubungan skala ekonomi secara
global.
b. Keuntungan Hubungan Jangka Panjang
Keuntungan dari hubungan jangka panjang yaitu pemasok
lebih mengerti keinginan konsumen, saling tukar informasi, adanya
hubungan yang saling menguntungkan antara produsen dengan
pemasok dalam menyediakan bahan bahu maupun merencanakan
strategi agar menghasilkan kekuatan yang dapat dijadikan
competitive advantage jangka panjang.
Hubungan antara supplier, customer dan perusahaan harus
dikelola dengan baik dan selalu ditingkatkan agar terjadi hubungan
yang berkelanjutan dimana pemasok ikut bertanggungjawab
terhadap kualitas produk yang dihasilkan oleh perusahaan.
Hubungan ini harus didukung dengan adanya kepercayaan yang
diberikan kepada pemasok agar mencapai efisiensi dalam kinerja
perusahaan sehingga mampu menciptakan produk yang dapat
memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen.
Kepercayaan adalah kunci utama dalam membangun
hubungan jangka panjang. Tanpa adanya kepercayaan tidak akan
terciptanya suatu hubungan yang didasari pada komitmen.
Komitmen diartikan sebagai keyakinan salah satu pihak bahwa
membina hubungan dengan pihak lain merupakan hal yang penting
dan berpengaruh terhadap manfaat optimal yang didapat oleh kedua
belah pihak.
c. Tujuan Hubungan Jangka Panjang
Pada prinsipnya hubungan jangka panjang mempunyai
tujuan akhir yaitu mengelola perusahaan agar mendapatkan
profitabilitas melalui buhungan terus menerus dan saling
menguntungkan sehingga terciptanya hubungan jangka panjang
yang konsisten dan berkesinambungan. Beberapa keuntungan
utama dari hubungan kolaboratif jangka panjang antara lain yaitu
pemasok yang sama dalam jangka panjang akan lebih mengerti
tentang keinginan konsumen, perencanaan yang dirumuskan
bersama dan saling tukar informasi bisnis akan mendorong adanya
kesesuaian pada perancanaan selanjutnya dan strategi yang
direncanakan bersama akan menghasilkan kekuatan yang dapat
dijadikan competitive advantage dalam jangka panjang (Ariani,
2013).
Hubungan perusahaan dengan pemasok merupakan
kolaborasi yang paling kuat dalam konteks value chain atau supply
chain. Dalam hal ini, pemasok berperan untuk menyediakan
material atau bahan input yang digunakan oleh perusahaan.
Kualitas material dan kemampuan dalam pendistribusian material
tersebut tergantung pada kinerja pemasok yang selanjutnya
berpengaruh pada kinerja perusahaan secara keseluruhan.
