Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) (skripsi dan tesis)

FMEA adalah suatu prosedur terstruktur untuk mengidentifikasi dan mencegah sebanyak mungkin metode kegagalan (failure mode) FMEA digunakan untuk mengidentifikasi sumber – sumber dan akar penyebab dari suatu masalah kualitas, Failure mode and effect analysis (FMEA) menerapkan suatu metode pentabelan untuk membantu proses pemikiran yang digunakan oleh engginer untuk mengidentifikasi mode kegagalan potensial dan efeknya. FMEA merupakan teknik evaluasi tingkat keandalan dari sebuah system untuk menentukan efek dari kegagalan dari system tersebut. Fokus perhatian diutamakan pada bentuk kegagalan yang ada. Bentuk kegagalan dapat didefinisikan sebagai setiap peristiwa yang mungkin dapat menyebabkan model sistem atau proses mengalami kegagalan. Cara yang tepat adalah untuk menunjukkan hubungan dan perbedaan antara kegagalan fungsi terlebih dahulu, lalu mencatat bentuk kegagalan yang disebabkan oleh kegagalan fungsi. (Gasperz,2002). Tahapan – Tahapan FMEA : 1. Melakukan pengamatan terhadap proses 2. Mengidentifikasi potensial failure mode dari proses yang diamati. 3. Mengidentifikasi akibat (potensial effect) yang ditimbulkan potensi failure mode. 4. Menetapkan nilai severity (S) meupakan penilaian seberapa serius efek failure mode 5. Mengidentifikasi penyebab (potensial cause) dari failure mode pada proses yang berlangsung. 6. Menetapkan nilai occurance (O). occurance menunjukkan nilai keseringan/ frekuensi suatu masalah yang terjadi karena potencial cause. 7. Mengidentifikasi kontrol proses saat ini (current process control) yang merupakan deskripsi dari control untuk mencegah kemungkinan suatu yang menyebabkan mode kegagalan. 8. Menettapkan niali detection (D), dimana detection menggambarkan seberapa mampu proses kontrol selama ini untuk mendeteksi ataupun pencegah terjadinya mode kegagalan. 9. Menetukan nilai risk priority number (RPN) dengan car mengalihkan nilai severity (S) accurance (O) detective (D). RPN = S*O*D. Nilai RPN menunjukkan keseriusan dari potential failure. 10. Memberikan usulan perbaikan (recommended action) terhadap potential cause, alat kontrol dan efek yang diakibatkan. Prioritas perbaikan pada failure mode yang memiliki RPN tertinggi dan seterusnya