Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku (skripsi dan tesis)

Menurut Philip Kotler, terdapat empat faktor (variabel) yang mempengaruhi perilaku konsumen antara lain: a. Fakor Budaya Menurut Kotler faktor budaya memiliki pengaruh yang paling meluas dan mendalam terhadap perilaku konsumen. Faktor ini terdiri dari unsur kultur (kebudayaan), sub kultur, dan Kelas Sosial. Pertama, kultur (kebudayaan) adalah determinan paling fundamental dari keinginan dan perilaku seseorang. Seorang anak memperoleh seangkaian tata nilai, persepsi, preferensi, dan perilaku melalui keluarga dan lembaga-lembaga kunci lainnya di masyarakat. Kedua, sub kultur menurut Kotler, kultur terdiri dari sub-sub kultur yang lebih kecil yang memberikan identifikasi dan sosialisasi anggotanya yang lebih spesifik. Sub kultur mencakup kebangsaan, agama, kelompok ras, dan daerah geografis. Sub kultur banyak membentuk segmen pasar yang penting, dan para pemasar sering merancang produk dan program pemasaran yang khusus dibuat untuk kebutuhan mereka (konsumen).  Dan ketiga kelas sosial. Di dalam lingkungan masyarakat, terdapat struktur yang menimbulkan stratifikasi sosial. Stratifikasi kadang-kadang berupa suatu sistem kasta dimana anggota dari kasta yang berbeda memiliki peranan-peranan tertentu. Stratifikasi sosial sering disebut sebagai kelas sosial. Kelas-kelas sosial ini memberikan prefrensi produk dan merk dalam bidang bidang tertentu seperti pakaian, perabitan rumah dan lain-lain. Kelas-kelas sosial memiliki beberapa karakteristik. a) Orang-orang dalam kelas sosial lebih cenderung untuk berperilaku yang lebih mirip daripada orangorang dari dua kelas sosial lainnya. b) Orang-orang dipandang mempunyai posisi yang lebih tinggi atau rendah menurut kelas sosial mereka. c) Kelas sosial seseorang ditandai oleh beberapa variabel dan tidak ditandai oleh satu variabel tertentu. Seperti pekerjaan, kekayaan, pendidikan, dan orientasi nilai lain. d) Individu-individu dapat bergerak dari satu kelas ke kelas lainnya (naik-turun) selama hidup mereka sampai dimana mobilitas ini tergantung pada fleksibilitas dan kekakuan sistem stratifikasi sosial yang ada di masyarakat.  b. Faktor Sosial Menurut Kotler, faktor-faktor sosial seperti kelompok acuan, keluarga, serta peran dan status sosial memberikan pengaruh terhadap perilaku konsumen. c. Faktor Pribadi  Kotler mengungkapkan bahwa perilaku konsumen selain dipengaruhi oleh budaya dan faktor sosial, dipengaruhi juga oleh faktor karakteristik pribadi yaitu usia dan tahap sikus hidup, pekerjaan, keadaan ekonomi, gaya hidup serta kepribadian dan konsep pribadi pembeli. d. Faktor Psikologi Menurut Kotler, empat faktor psikologis memberikan pengaruh terhadap perilaku konsumen. Faktor tersebut motivasi, persepsi, pengetahuan, kepercayaan dan pendirian. Pertama, manusia memiliki motivasi untuk memenuhi kebutuhan hidup. Motivasi manusia dalam memenuhi kebutuhan tersebut bisa bermacam-macam. Kedua persepsi, perilaku dan tindakan konsumen menurut Kotler dipengaruhi oleh persepsi konsumen terhadap produk tertentu. Persepsi didefisinikan sebagai proses bagaimana seseorang menyeleksi, mengatur dan menginterpretasikan input informasi untuk menyiptakan gambaran keseluruhan yang berarti. Dan poin sudah dijelaskan pada sub bab sebelumnya. Ketiga pengetahuan. Pada intinya setiap manusia mereka akan belajar mencari pengetahuan untuk bertindak. Ahli pengetahuan mengatakan bahwa pengetahuan seseorang dihasilkan suatu proses yang saling mempengaruhi dari dorongan, stimuli, petunjuk, tanggapan dan penguatan. Teori pengetahuan mengajarkan bahwa seorang pemasar harus bisa menciptakan permintaan akan suatu produk dengan menghubungkannya dorongan yang kuat, motivasi dan pengetahuan konsumen. Keempat kepercayaan dan sikap pendirian. Melalui bertindak dan belajar, manusia akan memperoleh kepercayaan dan pendirian. Dan hal ini mempengaruhi perilaku mereka dalam memenuhi kebutuhan. Suatu kepercayaan diartikan sebagai pikiran diskriptif yang dianut seseorang mengenai suatu hal. Sedangkan pendirian menjelaskan evaluasi kognitif yang menguntungkan, rasa emosional dan kecenderungan tindakan yang mapan dari seseorang terhadap suatu objek atau ide. Kebanyakan orang memiliki pendirian terhadap semua hal : agama, politik, budaya, pakaian, musik, makanan dan sebagainya