Norma Subyektif (skripsi dan tesis)

Tanggapan dan harapan orang lain terhadap suatu sikap dan perilaku yang akan kita ambil akan berdampak besar kepada persepsi diri kita. Pada khususnya orang-orang tersebut adalah orang yang kita anggap penting dan harus dipertimbangkan persepsinya dan dapat menjadi acuan penting untuk seorang individu melanjutkan keinginan untuk melakukan suatu tindakannya atau tidak. Norma Subjektif menurut Baron dan Byrne (2003) yakni,”persepsi individu berhubungan dengan kebanyakan dari orang-orang yang penting bagi dirinya, mengharapkan individu untuk melakukan atau tidak melakukan tingkah laku tertentu, orang-orang yang penting bagi dirinya itu kemudian dijadikan acuan atau patokan untuk mengarahkan tingkah laku”. Norma subjektif ditentukan oleh normative believe dan motivation to comply. Jadi, seseorang cenderung melakukan suatu tindakan berdasarkan hal-hal yang diharapkan oleh orang yang dianggap penting atau berdasarkan norma yang berlaku pada saat itu. Menurut Vemmy (2012) norma subyektif adalah persepsi individu tentang apakah orang lain akan mendukung atau tidak terwujudnya tindakan tersebut. Norma subyektif yaitu keyakinan individu untuk mematuhi arahan atau anjuran orang di sekitarnya untuk turut dalam melakukan aktifitas berwirausaha (Vemmy, 2012). Norma subjektif bisa mempengaruhi niat berwirausaha dari sisi eksternal berupa dukungan akan lingkungan, baik keluarga, teman, dosen, maupun para pengusaha sukses (Nur Santi, Amir Hamzah & Teti Rahmawati, 2017). Norma subjektif diukur dengan skala subjective norm (Ramayah & Harum, 2005) dengan indikator: 1. Keyakinan peran keluarga dalam memulai usaha 2. Keyakinan dukungan teman dalam usaha 3. Keyakinan dukungan dari dosen 4. Keyakinan dukungan dari pengusaha-pengusaha yang sukses 5. Keyakinan dukungan dalam usaha dari orang yang dianggap pentin