Pengukuran Kepercayaan terhadap Merk (skripsi dan tesis)

Fang et al (2011), mengemukan bahwa suatu kepercayaan terjadi
karena adanya suatu rasa percaya bahwa perusahaan tersebut menyediakan
layanan yang melakukan tindakan yang penting untuk memenuhi pelanggan
mereka. Sedangkan menurut Hankinson (2001), Merk berdasarkan pengakuan
oleh pemasar itu penting, karena dapat memberikan kontribusi yang efektif
terhadap pembangunan ekonomi di kota – kota besar.
Kepercayaan terhadap Merk diartikan sebagai suatu tingkat dimana
seseorang percaya terhadap suatu merk yang bisa dikarenakan dari pemakaian
atau interaksi sebelumnya pada masa lalu sehingga muncul adanya rasa
percaya terhadap merk tersebut (Delgado‐Ballester & Luis
Munuera‐Alemán, 2001). Ballester (2003), mendefinisikan kepercayaan
terhadap merk adalah suatu perasaan aman yang dirasakan oleh pelanggan
yang disebabkan dari interaksinya dengan suatu merk, yang berdasarkan
persepsi bahwa merk tersebut dapat diandalkan dan bertanggung jawab atas
kepentingan dari pelanggan.
Lau dan Lee (2006), mengatakan bahwa kepercayaan terhadap merk
sebagai suatu keinginan pelanggan untuk mempercayai merk tersebut dengan
segala resiko, yang dikarena adanya harapan yang sudah dijanjikan oleh
perusahaan yang bisa memberikan hasil yang positif bagi pelanggan ketika
menggunakan website tersebut.
Samuel & Lianto (2014), menyatakan bahwa Kepercayaan terhadap
Merk dapat diukur dengan menggunakan dua dimensi, yaitu :
1. Dimension of Viability
Pada dimensi ini, adanya persepsi mengenai suatu merk harus
dapat memenuhi dan memuaskan kebutuhan atau nilai konsumen. Hal
tersebut dapat diukur melalui indikator melalui kepuasan dan nilai
(value) konsumen.
2. Dimension of Intentionality
Pada dimensi ini, adanya rasa aman yang dimiliki oleh seorang
individu atau konsumen terhadap suatu merk yang telah di konsumsi
dan dipercaya. Hal tersebut dapat diukur melalui indikator security
dan trust yang bisa membuat seorang individu merasa nyaman