Faktor-Faktor Terbentuknya Resiliensi (skripsi dan tesis)

Grotberg menjelaskan faktor faktor resiliensi yang dapat membantu individu mengatasi berbagai adversities, (Grotberg, 2003), dengan mengelompokkannya menjadi tiga faktor, antara lain: a. Ekternal support merupakan faktor diluar individu yang dapat meningkatkan kemampuan resilien. Grotberg menjelaskan bahwa sebagai (I have), yaitu satu atau lebih angggota keluarga yang dapat dipercaya dan mencintai individu tersebut, satu atau lebih individu di luar keluarga yang dapat dipercaya, memiliki batasan bertingkah laku. Good role models punya andil besar, Role models yaitu orang-orang yang dapat menunjukkan apa yang individu harus lakukan seperti informasi terhadap sesuatu dan memberi semangat agar individu mengikutinya. Akses untuk mendapatkan fasilitas kesehatan, pendidikan dan sosial yang dibutuhkan juga penting, selain itu keluarga komunitas yang stabil. Selain dukungan dari orang-orang terdekat seperti suami, istri, orang tua, dan anak, kadangkala seorang individu juga membutuhkan dukungan dan cinta dari orang lain yang dianggap mampu memberikan kasih sayang yang mungkin tidak dapat diperoleh dari orang-orang terdekat. b. Faktor Inner Strength (I am), merupakan sesuatu yang dimiliki oleh individu yang akan berkembang, sebagaimana Grotberg menjelaskan bahwa kualitas yang dimiliki individu dapat dijelaskan sebagai (I am), diantaranya adalah kepercayaan diri atas kemampuan pribadi, optimis, disukai banyak orang, memiliki keinginan untuk meraih prestasi dimasa depan, empati dan kualitas diri lainnya. Faktor I am ini merupakan kekuatan yang berasal dari diri individu itu sendiri. Seperti tingkah laku, perasaan, dan kepercayaan yang terdapat didalam diri seseorang. c. Problem Solving (I can), termasuk kemampuan memunculkan ide ide baru, mampu menyelesaikan tugas, menggunakan humor untuk meredakan ketegangan, mampu menyampaikan pemikiran dan perasaan ketika berkomunikasi dengan orang lain, mampu menyelesaikan berbagai masalah (akademik, pekerjaan, personal dan sosial), mampu mengendalikan tingkah laku, serta mampu meminta bantuan ketika dibutuhkan, mengukur temperamen diri sendiri dan orang lain. Karena itu, seseorang yang beresiliensi harus memiliki tiga faktor tersebut, yaitu I am, I have dan I can, dan seseorang yang hanya memiliki salah satu faktor saja tidak termasuk orang yang beresiliensi. Berdasarkan beberapa yang dijelaskan diatas tentang faktor-faktor yang membentuk resiliensi dalam diri seseorang dapat dipahami dan disimpulkan bahwa faktor eksternal (I Have), faktor inner strength (I am), dan problem solving ialah faktor-faktor yang membentuk resiliensi dalam diri individu.