Pendekatan hubungan manusia berkembang sebagai reaksi terhadap perhatian ekslusif ekslusif faktor fisik dalam mengukur keberhasilan organisasi. Salah satu asumsi dasar dari pendekatan hubungan antar manusia adalah kenaikan kepuasan kerja akan mengakibatkan kenaikan produktivitas. Seorang karyawan yang bahagia adalah karyawan yang produktif. Oleh karena itu, fungsi manajemen adalah menjaga agar karyawan terus merasa puas. (phil:1977) Pendekatan hububangan antar manusia sangat menghargai pemimpin demokratis. Pemimpin tipe ini mendorong angotanya untuk berpartisipasi untuk menjalankan organisasi dengan memberikan saran-saran, umpan balik dan menyelesaikan masalah dan keluhannya sendiri. Semua angota organisasi harus berpartisipasi dalam membuat keputusan yang pada akhirnya mempengaruhi mereka. Komunikas merupakan salah satu alat penting dalam manajeman untuk mencapai hasil yang ingin di capai. (ibid)
