Pengertian Kreativitas (skripsi dan tesis)

Kreativitas didefinisikan beragam oleh para ahli yang beranggapan bahwa kreativitas belum bisa didefiniskan secara tunggal. Torrance & Rockenstein, (1988) mendefinisikan kreativitas sebagai proses menjadi sensitif sehingga melakukan pencarian solusi untuk menyelesaikan masalah, seperti berikut pendapat selengkapnya: Creativity is defined as a process of becoming sensitive to or aware of problems, deficiencies, and gaps in knowledge for which there is no learned solution; bringing together existing information from the memory storage or external resources; defining the difficulty or identifying the missing elements; searching for solutions, making guesses producing alternatives to solve the problem; testing and retesting these alternatives; perfecting them and finally communicating the results. Berbeda dengan Torrance, Rockenstein & Higgins (1994), mendefinisikan kreativitas sebagai proses untuk menggeneralisasi keaslian sebuah nilai dari beberapa ide dan konsep, pendapatnya adalah seperti berikut: Creativity is the process of generating something new that has value. There are many original ideas and concepts, but some may not have value and hence may not be considered creative. A creation is something original that has value. Sementara itu kreativitas menurut Fazylova & Rusol (2016) didefinisikan berbeda dari kedua pendapat tersebut diatas, berikut pendapat dari Fazylova & Rusol: Creativity is the means of human expression and reflection on the world surrounding us, psychologists use creativity to help children start a dialogue, to overcome stress, and explore the various aspects of their own personality. Kreativitas adalah sarana ekspresi dan refleksi manusia di dunia sekitar kita, para psikolog menggunakan kreativitas untuk membantu anak-anak memulai dialog, untuk mengatasi stres, dan mengeksplorasi berbagai aspek kepribadian mereka sendiri. Dengan kata lain kreativitas juga dapat dipahami sebagai kekuatan yang memiliki kualitas untuk mengekspresikan diri dengan caranya sendiri. Anak-anak secara alami adalah kreatif. Mereka melihat dunia melalui mata baru dan kemudian melihat apa yang mereka lihat dengan cara yang orisinal. Jadi kreativitas adalah karakteristik manusia yang penting. Mungkin yang terbaik menganggapnya sebagai proses, membutuhkan campuran bahan, termasuk ciri-ciri kepribadian, kemampuan dan keterampilan. Muslow (1999:30), menyatakan bahwa kreativitas merupakan kreasi untuk mewujudkan/mengaktualisasikan diri. Aktualisasi diri dimaksud adalah penggunakan segala kemampuannya untuk mencapai apa yang diinginkan dengan cara apa yang bisa dilakukan. Menurut Golann (1973:27) menyatakan bahwa “Creativity has been described as related to, or equetable eith, inteligence, productivity, positive mental health, and originality.” Munandar (1977:28) berpendapat bahwa: “creativity is defined as a process that manifests itself in fluencey, in flexibility as well as in originality of thinking.” DeBono (1991:14) kreativitas berkaitan dengan berfikir lateral (lateral thinking). Berfikir lateral dimaksud berkait dengan pembangunan kembali pola-pola lama (dalam pemahaman) dan dibangkitkan sesuatu yang baru (kreativitas). Santrock (2002:327) kreativitas adalah kemampuan untuk memikirkan sesuatu dengan cara-cara yang baru dan melahirkan suatu solusi yang unik terhadap masalah-masalah. Studi kreativitas merujuk pada kreativitas individu atau social. Kreativitas pribadi mengacu pada menciptakan sesuatu yang baru sehubungan dengan orang yang menciptakan produk. Kreativitas social mengacu pada sesuatu yang bermanfaat terkait dengan lingkungan social atau budaya tempat diproduksi. Di dalam kreativitas dua hal yang terpenting adalah keaslian dan kegunaan (Mayer, 1999:450). Feldman, (1999:169-186), kreativitas adalah konstruk dari multidimensi, yang melibatkan proses kognitif dan sosial emosional, keluarga, klan, pendidikan formal dan informal, karakterisitik domain dan disiplin, kontek social-budaya, dan sejarah. Setiap orang adalah pencipta dengan berbagai tingkatan kreativitas. Di dalam teori investasi, tingkatan kreativitas memerlukan sumber daya setiap orang yang melibatkan enam sumber daya yang berbeda tetapi saling terkait, yaitu: kemampuan intelektual, pengetahuan, pola berpikir, kepribadian, motivasi, dan lingkungan (Sternberg (2003:107; Zhang & Sternberg, 2011:229-238) Menurut Seo, Lee dan Kim (2005:99) bahwa seluruh pandangan timur dan barat, bagaimanapun, peneliti, teori, dan filsuf tampaknya melihat kreativitas secara konsisten sebagai konstruksi multifaset. Rhodes (1961: 305) menggunakan pendekatan empat P kreativitas (product, process, peson dan press) untuk menjelaskan sifat multifaset dan untuk menggambarkan kondisi sukses kreatif. Product termasuk ide-ide yang diungkapkan dalam bentuk bahasa atau kerajinan; process menggambarkan proses mental yang operatif dalam menciptakan ide-ide, yang termasuk tahap persiapan, inkubasi, iluminasi dan verifikasi; person meliputi kemampuan kognitif, ciri-ciri biografi, dan kepribadian; dan press menggambarkan hubungan antara seseorang dengan lingkungannya. Supriyadi (1994: 6) mengemukakan bahwa “creativity is a matter of definition”. Pendapat tersebut dimaknai bahwa tidak satu definisipun yang dianggap mampu mewakili pemahaman yang beragam tentang kreativitas. Lebih lanjut Supriyadi (1994: 6) mengemukakan bahwa “creativity is a matter of definition”. Pendapat tersebut dimaknai bahwa tidak satu definisipun yang dianggap mampu mewakili pemahaman yang beragam tentang kreativitas. Berdasarkan uraian diatas kreativitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah kreativitas merupakan proses mental dan kemampuan individu untuk memecahkan masalah yang memberikan ide/gagasan asli atau ide adaptif dalam berekspresi dan ada keberfungsian melalui performance di luar sekolah dan keluarga. Sesuai dengan pandangan Fazylova & Rusol (2016) dan Maslow, (1999:30).