Intensi (Niat) Pembelian (skripsi dan tesis)

Pengertian intensi secara sederhana adalah niat seseorang untuk melakukan perilaku tertentu. Bansal, dkk., (2005) mendefinisikan intensi sebagai 19 “kemungkinan subyektif individu untuk melakukan suatu perilaku tertentu”. Menurut Anoraga (2000) dalam Nurani dan Haryanto (2011), “intensi membeli atau niat beli merupakan suatu proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh konsumen sebelum mengadakan pembelian atas produk yang ditawarkan atau yang dibutuhkan oleh konsumen tersebut”. Perilaku konsumen (consumen behavior) terdiri dari semua tindakan konsumen untuk memperoleh, menggunakan, dan membuang barang atau jasa (Mowen dan Minor, 2002). Beberapa perilaku perilaku konsumen, yaitu membeli sebuah produk atau jasa, memberikan informasi dari mulut ke mulut tentang sebuah produk atau jasa kepada orang lain, membuang sebuah produk, dan mengumpulkan informasi sebelum melakukan pembelian. Sebelum bertindak, konsumen seringkali mengembangkan keinginan berperilaku berdasarkan kemungkinan tindakan yang dilakukan. Intensi membeli merupakan salah satu intensi berperilaku. Intensi perilaku berkaitan dengan keinginan konsumen untuk berperilaku menurut cara tertentu guna memiliki, membuang, dan menggunakan produk (Mowen dan Minor, 2002). Terdapat beberapa tahap yang akan dilewati oleh seorang konsumen dalam proses pengambilan keputusan. Proses ini dimulai dari munculnya kebutuhan akan suatu produk atau merek, dilanjutkan dengan pemrosesan informasi oleh konsumen. Selanjutnya konsumen akan mengevaluasi produk atau merek tersebut. Hasil evaluasi ini yang akhirnya memunculkan niat atau intensi untuk membeli, sebelum akhirnya konsumen benar-benar melakukan pembelian Assael (1998;33) dalam Rohmana (2013).

Intensi membeli, menurut Assael (1998;48) dalam Rohmana (2013) adalah “tahap terakhir dari rangkaian proses-proses keputusan pembelian konsumen tersebut”. Pembelian sendiri merupakan fungsi dari dua determinan yaitu: 1. Niat atau intensi, 2. Pengaruh lingkungan dan perbedaan individu. Jadi, intensi membeli dapat diartikan sebagai kecenderungan untuk membeli merek tertentu. Intensi membeli di dalamnya terkandung makna rencana individu atau kelompok untuk membeli, rencana ini dipengaruhi oleh evaluasi individu atas perilaku, harapan orang lain atas perilaku dan potensi untuk mewujudkan perilakunya. Oleh karena itu, intensi membeli ini dapat digunakan sebagai prediktor dari perilaku membeli (Sari dan Achmat, 2013). Intensi membeli konsumen dapat digolongkan dalam dua kategori yaitu produk atau merek dan kelas produknya saja. “Intensi membeli merupakan sesuatu yang berhubungan dengan rencana konsumen untuk membeli produk tertentu, serta berapa banyak unit produk yang dibutuhkan pada periode tertentu. Intensi membeli adalah pernyataan mental konsumen yang merefleksikan rencana pembelian sejumlah produk dengan merek tertentu. Menurut Engel, dkk. (2005;48) indikator intensi pembelian dalam penelitian ini adalah : 1. Keinginan untuk membeli 2. Informasi produk 3. Lingkungan